Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menyusuri Dua Lokasi TKD yang Seret Lurah  Condongcatur Sleman Tersangka; Aktivitas di Gandok Lengang, Pringwulung Mati Suri

Fahmi Fahriza • Kamis, 4 Juni 2026 | 19:56 WIB
BEDA DENGAN DULU: Area Tanah Kas Desa (TKD) Kalurahan Condongcatur yang berada di area Padukuhan Gandok dan Pringwulung, Condongcatur, Depok, Sleman, kemarin (4/6). Fahmi Fahriza/Radar Jogja
BEDA DENGAN DULU: Area Tanah Kas Desa (TKD) Kalurahan Condongcatur yang berada di area Padukuhan Gandok dan Pringwulung, Condongcatur, Depok, Sleman, kemarin (4/6). Fahmi Fahriza/Radar Jogja

 

JOGJA - Penetapan Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji sebagai tersangka kasus penyalahgunaan tanah kas desa (TKD), membuat sejumlah lokasi yang disebut kembali menjadi perhatian publik.

Perkara ini berkaitan dengan pemanfaatan TKD di wilayah Padukuhan Gandok, Condongcatur.

Tanah disewakan kepada 17 penyewa tanpa mengantongi izin gubernur DIJ sebagaimana dipersyaratkan dalam pengelolaan tanah kalurahan. 

Baca Juga: Betah di Jogja, Alasan Pelatih Van Gastel Tetap Bersama PSIM Jogja

 Radar Jogja menelusuri dua lokasi yang berkaitan dengan dugaan pemanfaatan TKD di Kalurahan Condongcatur, yakni kawasan Padukuhan Gandok dan Pringwulung.

Di dua lokasi itu, aktivitas terpantau jauh berbeda dibanding saat kasus ini mencuat beberapa waktu lalu.

Di kawasan Gandok, suasana relatif lengang saat dikunjungi. Deretan bangunan rumah tinggal, kavling perumahan, hingga bangunan yang menyerupai rumah kos berdiri di sepanjang area itu. 

Beberapa pintu bangunan tertutup rapat tanpa tanda-tanda aktivitas penghuni.

Baca Juga: Gubernur HB X Berharap PSIM dan PSS Bisa Terus Bertahan di Super League; Pengelolaan Industri  Klub yang Profesional  Jadi Kunci U

 Di sejumlah bangunan, nomor kamar masih terlihat menempel di pintu. Kendaraan yang terparkir juga terbilang minim.

Beberapa rumah tampak kosong, meski lampu bangunan masih menyala pada siang hari.

 Salah seorang warga setempat, M. Ridwan mengatakan, kawasan ini memang tidak terlalu ramai.

Menurutnya, sebagian penghuni merupakan pendatang dari luar daerah. "Di sini memang relatif sepi.

Ada beberapa rumah yang dihuni pendatang dan bukan warga asli Jogja," ujarnya kepada Radar Jogja, Kamis (4/6).

Baca Juga: Residivis Begal Payudara di Kulon Progo Lagi-lagi Berulah, Nekat Tipu dan Bawa Kabur HP Pelajar

Berdasarkan pengamatan di lapangan, terdapat sekitar 10 rumah berada di area tersebut. Sebagian bangunan tampak tidak berpenghuni dan minim aktivitas. 

"Beberapa hari ini saya lihat ada penghuni bepergian, tidak tahu ke mana atau berapa lama," tuturnya.

Sementara itu, kondisi berbeda ditemukan di kawasan Pringwulung. Lebih spesifiknya OYO 91240 Jogja Amazon Green 2 yang berada di Jalan Rajawali No 5, Pringwulung, Condongcatur, Depok.

Lokasi itu sebelumnya sempat menjadi sorotan karena berdirinya bangunan penginapan atau kos eksklusif di atas TKD. 

Namun, situasi terkini tampak tidak lagi beroperasi. Bangunan yang pernah disegel Satpol PP pada 2023 itu tampak tertutup dan sepi.

Tidak terlihat aktivitas keluar-masuk penghuni maupun kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi. 

Dari luar, suasana bangunan tampak lengang dibanding saat masih beroperasi.

 Salah seorang warga sekitar, Suharti menuturkan, aktivitas di bangunan itu telah berhenti sejak sekitar dua bulan terakhir.

 "Ini sudah hampir dua bulan kosong. Kalau dulu tutup, buka lagi. Ditutup, buka lagi. Beberapa kali seperti itu," katanya.

Menurut Suharti, sebelum benar-benar kosong, bangunan itu sempat beberapa kali kembali beroperasi meski telah mendapat peringatan dari pemerintah setempat. 

Ia bahkan menyebut warga dan aparat wilayah beberapa kali harus mengingatkan pengelola terkait operasional bangunan itu.

"Kalau sama Pak Dukuh, setiap pas lewat dan melihat buka, ya ditutup lagi. Dikasih peringatan lagi. Beberapa kali seperti itu," ujarnya.

Baca Juga: Dandan Hindayana Dicopot dari Kepala BGN, Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Proyek MBG

Selain persoalan legalitas, Suharti mengaku warga juga kerap mengeluhkan persoalan kebersihan selama bangunan itu masih aktif beroperasi. 

"Kalau saya sering bermasalah soal sampah. Sampah rumah tangga berserakan dan tidak ada yang bertanggung jawab. Sudah sering diingatkan," tuturnya.

Ia juga mengaku prihatin terhadap sejumlah penyewa yang telah membayar sewa beberapa bulan ketika bangunan itu akhirnya ditutup. 

"Ada yang bilang sudah bayar beberapa bulan, ternyata tempatnya ditutup. Barang-barangnya juga masih ada di dalam waktu itu," kenangnya.

Menurut pengamatannya, aktivitas terakhir masih terlihat menjelang Ramadan lalu. 

Setelah itu, jumlah penghuni terus berkurang hingga akhirnya tidak lagi terlihat aktivitas. 

"Kalau sekarang sama sekali sudah tidak ada aktivitas. Kalau malam gelap sekali dan tidak seperti dulu lagi," ucapnya. (iza/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Reno Candra Sangaji #condongcatur #Kasus TKD