JOGJA - Objek wisata (obwis) Between Two Gates yang berada di Kampung Wisata Purbayan, Kotagede, Kota Jogja ditutup sementara oleh pengelola untuk kunjungan rombongan. Hal tersebut buntut terganggunya privasi warga dampak kunjungan tanpa izin di destinasi tersebut pada Minggu (31/5/2026) lalu.
Pengelola Kawasan Between Two Gates Kotagede Joko Nugroho mengatakan, kunjungan pada hari itu berkisar 70 sampai 80 orang. Namun karena tanpa koordinasi antara pendamping wisatawan dengan warga, kunjungan berimbas pada gangguan kenyamanan warga yang tinggal di sepanjang destinasi.
“Etikanya kurang. Ada pemilik rumah duduk di situ juga enggak aruh-aruh langsung jeprat-jepret foto,” ujar Joko kepada awak media, Rabu (3/6/2026).
Joko mengungkapkan, gangguan kenyamanan dari wisatawan di Between Two Gates sebenarnya sudah berlangsung lama. Sejak lokasi tersebut viral di sosial media pada 2015 lalu, kunjungan wisatawan di tempat tersebut menjadi membludak.
Sayangnya, sebagian besar wisatawan kurang memperhatikan etika kesopanan terhadap masyarakat. Misalnya, wisatawan dengan kategori anak-anak muda yang masuk ke Between Two Gates tidak izin kepada pemilik rumah.
Menurutnya, Between Two Gates bukan merupakan ruang publik. Namun merupakan rumah pribadi. Pengelola kawasan sebenarnya sudah memasang aturan dan tata cara berkunjung. Namun sering kurang diperhatikan oleh wisatawan.
Joko menegaskan, sampai saat ini masih berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk kelanjutan kunjungan wisata di Between Two Gates. Termasuk dengan kemantren, Dinas Pariwisata, kelompok sadar wisata (pokdarwis), dan masyarakat. “Kita cari jalan tengahnya,” jelas Joko.
Pantauan Radar Jogja di lokasi Between Two Gates, gerbang menuju kawasan tersebut sudah dibuka. Namun berdasarkan informasi warga sekitar masih terbatas untuk kunjungan rombongan. Sementara kunjungan personal atau wisatawan yang berjumlah sedikit masih diperbolehkan.
Ketua Pokdarwis Kampung Purbayan Kotagede Nurcahyo Nugroho mendukung kebijakan yang dilakukan oleh pengelola Between Two Gates. Lantaran destinasi wisata tersebut merupakan lahan pribadi. Sehingga pemilik rumah tetap membutuhkan privasi.
Baca Juga: Gubernur DIY HB X Minta Industri Jasa Boga Jadi Aktor Strategis Kedaulatan Pangan, Ini Alasannya
Nurcahyo menegaskan akan berkoordinasi dengan pengelola Between Two Gates untuk merumuskan formula terbaik. Sehingga tetap dapat mendukung potensi wisata di Kotagede dengan tidak merugikan pemilik rumah.
“Kami ingin wisatawan yang datang itu tetap kulo nuwun, atau membeli paket wisata di Kampung Wisata Purbayan supaya terkoordinasi dengan baik,” tegas anggota DPRD Kota Jogja ini. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita