JOGJA - Kelompok suporter PSIM Jogja yang tergabung dalam Guyub Seni (GS) Mataram menggelar aksi mural serentak, Senin (1/6). Aksi ini merupakan bentuk respons nyata sekaligus kritik atas jalannya penanganan hukum kasus korupsi dalam renovasi Stadion Mandala Krida, Jogja.
Salah seorang perwakilan aksi dari GS Mataram Wage menjelaskan, aksi dipicu pernyataan atau respons dari pejabat setempat belakangan ini. Di satu sisi suporter mengapresiasi pergerakan instansi terkait, di sisi lain merasa terusik dengan adanya sentilan yang melarang mereka untuk berisik di media sosial.
Berangkat dari hal itu, para suporter PSIM yang diwadahi GS Mataram langsung berinisiatif melakukan gerakan serentak tersebut. "Kalau memang tidak boleh berisik di medsos, kami akan berisik di media lain lewat mural. Langsung turun ke jalan dan bertemu masyarakat. Kami ingin melihat bagaimana respons warga Jogja dengan keadaan (Mandala Krida) sekarang ini," katanya, Senin (1/6).
Menurut Wage, aksi mural massal ini mengusung garis perjuangan dan pesan tunggal yang tegas. Seluruh laskar dari Brajamusti maupun The Maident secara serentak menulis soal 'Usut Tuntas Korupsi Mandala Krida'.
Kendati mengusung satu tema utama, setiap kelompok dibebaskan menuangkan ide, tema, dan konsep visual masing-masing sesuai kreativitas regional mereka. Menariknya, aksi mural serentak ini tidak bersifat eksklusif untuk satu wadah suporter saja.
Gerakan ini membuka ruang selebar-lebarnya bagi seluruh laskar, suporter umum, hingga organisasi seni dan elemen masyarakat luas yang peduli pada kejelasan kasus Stadion Mandala Krida.
"Stadion Mandala Krida ini mencakup semua olahraga dan semua elemen masyarakat bisa memakai, bukan cuma suporter. Jadi ini lebih universal, siapa saja boleh ikut terlibat," ungkapnya.
Disinggung pemilihan lokasi, Wage menyatakan setiap laskar atau komunitas untuk menggarap dinding di wilayah masing-masing. Pertimbangan utamanya adalah kemudahan perizinan dan pendekatan sosial.
"Istilahnya yo coro jowone nembung tonggone dewe (meminta izin ke tetangga sendiri), itu lebih enak secara legalitas. Dengan begitu, pesan yang dibawa juga bisa lebih merasuk dan tersampaikan langsung ke masyarakat sekitar," tegasnya.
Melalui coretan dinding ini, suporter berharap ganjalan hukum, administratif, maupun perbaikan fasilitas di Stadion Mandala Krida bisa segera rampung tuntas. Mengingat, fungsi stadion itu sangat vital bagi masyarakat, khususnya tim PSIM dalam menyongsong musim kompetisi mendatang.
"Harapan kami jelas, masalah Stadion Mandala Krida cepat selesai dan fasilitasnya bisa kembali menjadi sarana olahraga masyarakat luas. Terutama agar PSIM juga bisa memakai stadion ini dengan tenang untuk mengarungi kompetisi musim depan," bebernya. (ayu/laz)