JOGJA - Pemprov DIY bersama para tenan membahas penataan kawasan Teras Malioboro (TM) dengan menyoroti persoalan parkir yang belum maksimal, layanan shuttle demi kenyamanan wisatawan. Pembenahan dilakukan untuk mendukung aktivitas ekonomi tenan sekaligus menjaga daya tarik kawasan wisata.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIy Agus Mulyono mengatakan, akses parkir di Teras Malioboro masih belum optimal terutama untuk rombongan bus luar kota. Penyediaan kantong parkir yang lebih memadai disertai layanan shuttle terintegrasi menuju kawasan tersebut menjadi pertimbangan.
Dia menyadari perubahan tersebut perlu dilakukan, namun penataan dan pengembangan Teras Malioboro membutuhkan sinergi lintas sektor.
"Keberhasilan penataan dan kemajuan Teras Malioboro butuh kolaborasi erat dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov DIY," ujar Agus, Rabu (27/5/2026).
Menurutnya, instansinya sudah dan terus berfokus pada pembinaan serta pelayanan kepada para tenan. Hal tersebut dilakukan agar kualitas kawasan tetap terjaga.
"Di sisi lain, para tenan Teras Malioboro juga harus mengimbangi langkah ini dengan menjaga kualitas serta terus berdiskusi mengenai strategi ke depan," katanya.
Sementara itu, Sekprov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menegaskan, pemprov berkomitmen menjaga keseimbangan antara penataan kawasan, kenyamanan wisatawan, dan kesejahteraan tenan.
"Pemerintah memahami bahwa setiap proses penataan membutuhkan adaptasi dan dapat memunculkan pro maupun kontra di masyarakat," ujar Made.
Ia menambahkan, koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat agar penataan kawasan Malioboro berjalan lebih selaras dan berkelanjutan.
"Pemerintah akan terus berupaya merangkul seluruh elemen dan meminimalisasi berbagai kendala melalui koordinasi yang kuat," ucapnya. (iza/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita