Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

BMKG Yogyakarta Prediksi di Akhir Bulan Mei Cenderung Sering Turun Hujan, Ini Sebabnya 

Iwan Nurwanto • Senin, 25 Mei 2026 | 15:08 WIB
BMKG Yogyakarta memprediksi curah hujan akan menurun signifikan dalam tiga bulan ke depan. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
BMKG Yogyakarta memprediksi curah hujan akan menurun signifikan dalam tiga bulan ke depan. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

JOGJA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini terkait dengan kondisi cuaca ekstrem. Salah satunya perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Feriomex Hutagalung mengatakan, berdasarkan hasil pengamatan dinamika atmosfer pihaknya memprediksi masih ada hujan di tengah musim kemarau. Sehingga memungkinkan perubahan cuaca dalam waktu singkat.

Kondisi itu disebabkan karena Madden-Julian Oscillation (MJO) saat ini berada di fase empat. Fenomena yang cukup berkontribusi terhadap pembentukan awan hujan di hampir seluruh Indonesia.

Potensi pembentukan awan hujan juga didukung suhu muka air laut di Jawa dan Samudera Hindia yang mencapai kisaran 28-29 derajat. Serta kelembaban udara yang mencapai 60-90 persen atau masuk kategori basah.

Baca Juga: Kumpulan Ucapan Selamat Idul Adha 1447 H 2026, Semoga Berkah dan Pengorbanan Kita Diterima Allah SWT

“Masih berpotensi hujan untuk wilayah DIY, sehingga tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan perubahan cuaca dalam durasi singkat,” ujar Feri, Senin (25/5/2026).

Berdasar kondisi tersebut, BMKG Yogyakarta memprediksi hujan di tengah musim kemarau mengguyur wilayah pesisir dan pegunungan. Seperti Gunungkidul bagian utara,  Sleman bagian utara, dan Kulon Progo bagian utara.

Feri pun mengimbau agar nelayan dan masyarakat di pesisir waspada terhadap potensi gelombang tinggi. Meskipun saat ini masih masuk kategori menengah atau berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Pola angin timuran dapat memicu peningkatan tinggi gelombang.

“Pola angin timuran mendominasi di seluruh wilayah Jawa” bebernya.

Baca Juga: Pengumuman Hasil SNBT 2026 Hari Ini Pukul 15.00 WIB, Begini Cara Cek Hasil UTBK

Secara terpisah, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Darmanto memastikan pihaknya terus memperkuat koordinasi lintas sektor. Termasuk dengan BMKG hingga pemerintah kelurahan dan kemantren.

Menurutnya, koordinasi lintas sektor itu penting untuk mempersiapkan peringatan dini cuaca ekstrem kepada masyarakat. Supaya masyarakat lebih sigap dalam menghadapi potensi bencana.

“Koordinasi penting agar informasi peringatan dini bisa segera sampai ke masyarakat,” ungkap Darmanto. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#sering hujan #akhir mei #prediksi cuaca #bmkg yogyakarta #Cuaca Ekstrem