JOGJA - PSIM Jogja harus puas dengan hasil kekalahan di laga terakhirnya kompetisi Super League musim 2025/2026.
Dijamu Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (22/5) lalu, Laskar Mataram kalah dengan skor 1-3 dari Singo Edan.
Kekalahan di pekan ke-34 itu membuat posisi PSIM mandek di papan tengah.
Baca Juga: Ucapkan Perpisahan dengan Real Madrid, Dani Carvajal: Ini Adalah Akhir dari Era Yang Luar Biasa
Anak-anak Jogja menyudahi kompetisi musim ini dengan finish di peringkat ke-11 klasemen akhir lewat raihan 45 poin.
Dari total 34 laga yang dilakoni, tim kebanggaan masyarakat Jogja ini berhasil membukukan catatan cukup berimbang. Yakni 11 kali menang, 12 kali seri, dan 11 kali menelan kekalahan.
Pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel mengaku hasil yang telah diraih timnya sepanjang musim ini bukanlah hasil buruk.
Baca Juga: Lima Atlet Padel Asal DIY Masuk Pelatnas, Diproyeksikan ke Asian Games hingga PIala Dunia
Sebab, mengakhiri kompetisi di urutan ke-11 merupakan suatu pencapaian yang cukup membanggakan.
Mengingat dinamika persaingan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini dinilai begitu ketat.
"Saya rasa kami telah melewati musim yang bagus. Banyak orang tidak menyangka kami bisa tampil hingga di posisi seperti ini.
Saya sangat senang dengan performa tim sepanjang musim," bebernya, Minggu (24/5).
Oleh karena itu, setelah resmi menandatangani perpanjangan kontrak dengan manajemen PSIM dan membawa Savio Sheva di posisi ke-11 klasemen akhir, Van Gastel bakal langsung bertolak ke kampung halamannya di Negeri Kinci Angin itu.
Selain ingin menikmati atmosfer pesta bola sejagat atau Piala Dunia 2026 yang segera bergulir, kepulangan pelatih berusia 54 tahun ini juga memiliki misi personal di kampung halamannya.
Yakni melepas rindu dengan keluarga besar, terutama sang cucu yang baru saja lahir.
Apalagi, saat ini mantan pelatih NAC Brenda itu sudah resmi menjadi seorang kakek untuk keluarganya.
"Sebulan yang lalu cucu pertama lahir. Jadi, saya sangat senang bisa segera bertemu dengannya," tandas Van Gastel. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun