Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Park and Ride di Maguwoharjo Bisa Jadi Solusi untuk Tekan Kendaraan Wisatawan Masuk Kota Jogja

Fahmi Fahriza • Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:00 WIB
MERAYAP: Jalanan di Kota Jogja yang mulai macet seiring mulai liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
MERAYAP: Jalanan di Kota Jogja yang mulai macet seiring mulai liburan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) DIY terus mendorong optimalisasi sistem transportasi terintegrasi. Salah satunya melalui pemanfaatan kawasan park and ride di Maguwoharjo. 

Wisatawan bisa memarkir kendaraan di area parkir Bandara Adisutjipto. Kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api maupun Trans Jogja menuju kawasan Kota Jogja. "Ini di Maguwo yang menggunakan malah anak-anak muda. Mereka parkirnya di Maguwo, lalu naik kereta api nanti balik lagi ke situ," ungkap Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti Sabtu (23/2).

Baca Juga: Kontrak Diperpanjang, Van Gastel Pasang Target Lebih Tinggi, Fokuskan Skuad PSIM Jogja ke Mode Bertahan

Erni menyebut, pola tersebut mulai diminati wisatawan luar daerah, terutama kendaraan berpelat AD dari wilayah Solo dan sekitarnya. Hal ini pun bisa menekan lonjakan kendaraan yang masuk area kota. Khususnya selama libur panjang.

Sementara untuk long weekend Idul Adha, Dishub DIY memperkirakan lonjakan wisatawan akan kembali terjadi seperti pada libur panjang pekan sebelumnya. Hanya saja, dia belum bisa memastikan untuk perkiraan angkanya. "Tapi intinya ada lonjakan," kata Erni.

Baca Juga: Jalani Dua Laga FIFA Matchday di Bulan Juni, John Herdmann Panggil 44 Pemain untuk Perkuat Timnas Indonesia, Berikut Daftarnya

Mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, Erni mengaku sudah melakukan koordinasi dengan dishub kabupaten/kota. Harapannya, kendaraan tidak akan menumpuk di kawasan tertentu seperti Jalan Malioboro.

Nantinya, bus wisata yang masuk wilayah kota juga akan dibatasi. Penjagaan oleh petugas di sejumlah titik strategis akan dilakukan. “Kalau dulu penjagaan di Tugu, kita juga ke Gardu Aniem karena dua titik ini adalah krusial," ujarnya.

Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)
Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti. (Fahmi Fahriza/Radar Jogja)

Erni menjelaskan, pembatasan tersebut dilakukan lantaran kapasitas parkir di pusat Kota Jogja semakin terbatas. Sementara volume kendaraan wisata terus meningkat saat long weekend. "Karena cukup crowded, tempat parkirnya juga nggak ada. Kantong parkirnya juga terbatas, itu jadi kendala buat kita," katanya.

Sebelumnya, Sekprov DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyebut, masyarakat masih bergantung pada kendaraan pribadi karena akses menuju transportasi publik yang belum memadai. Hal ini pun terjadi pada layanan pengumpan atau feeder di DIY. "Kalau kita bicara ini feeder, di Jogja belum ada feeder. Jadi masih layanan utamanya ya Trans Jogja," ujarnya.

Baca Juga: Direktur Eksekutif Gugus Tugas Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, Andre Giuliani: Kongo Harus Isolasi

Saat ini, penggunaan kendaraan pribadi di DIY disebut masih mencapai sekitar 80 persen. Berkontribusi pada kemacetan di berbagai koridor utama perkotaan.

Ni Made menambahkan, bahwa upaya mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik juga terbentur pada faktor kenyamanan dan waktu tempuh. "Kalau saya harus menunggu 50 menit untuk menunggu ada transportasi umum, ya kan enggak mungkin," katanya menganalogikan. (iza/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#park and ride #kendaraan #dishub diy #Maguwoharjo #Wisatawan