Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dua Geng Pelajar di Jogja Aktif Rekrut Anggota, Wali Kota Hasto Wardoyo Kantongi Identitas, Sebut karena Pengaruh Alumni

Adib Lazwar Irkhami • Kamis, 21 Mei 2026 | 17:36 WIB
IDENTIFIKASI: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat ditemui di Taman Budaya Embung Giwangan, Kamis (21/5). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
IDENTIFIKASI: Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat ditemui di Taman Budaya Embung Giwangan, Kamis (21/5). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

 

JOGJA - Fenomena geng pelajar kembali menjadi atensi bagi Pemkot Jogja. Wali Kota Hasto Wardoyo mengaku sudah mengantongi dua nama geng pelajar yang sampai saat ini masih aktif melakukan rekrutmen anggota baru.

Hasto mengatakan, nama dua geng pelajar itu masih dirahasiakan demi penanganan di lapangan.

Baca Juga: Hadirkan Restorative Justice di Tingkat Kalurahan, Pemkab Kulon Progo Segera Bentuk Pilot Project Kampung Redam

Namun yang pasti, aktifnya dua geng tersebut disebabkan pengaruh dari alumni yang terus mendorong untuk melakukan regenerasi.

“Ada dua geng yang kita tengarai aktif merekrut anggota, kemudian juga dipengaruhi oleh senior-seniornya. 

Tapi ini sifatnya masih kita rahasiakan,” ujar Hasto di Taman Budaya Embung Giwangan, Kamis (21/5).

Baca Juga: Jadwal Pekan Pamungkas BRI Super League, Arema FC vs PSIM Jogja Sebagai Laga Pembuka

Menurutnya, geng pelajar yang masih aktif itu memiliki latar belakang dari  sekolah jenjang atas seperti SMA atau SMK.

Sehingga langkah yang dilakukan pemkot saat ini adalah mencegah agar pelajar SMP berafiliasi atau bergabung dengan geng ketika lulus.

Hasto menilai, intervensi sejak dini merupakan cara paling efektif untuk memutus  rantai regenerasi geng yang kerap berujung pada aksi kriminalitas.

Namun perlu dilakukan juga kolaborasi dengan aparat penegak hukum seperti kepolisian, TNI serta warga untuk ikut menjaga keamanan.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, pelajar yang ikut sebagai anggota geng  biasanya memiliki latar belakang bermasalah.

Misalnya berasal dari keluarga broken home. Oleh karena itu, identifikasi sejak masa pendidikan SMP perlu dilakukan.

“Saya kira SLTP ini tempat strategis untuk mencegah,” katanya. 

Baca Juga: Dewa United vs Bali United, Jan Olde Riekerink Ungkap Banten Warriors Belum Menyerah Incar Empat Besar

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kota  Jogja Budi Santosa Asrori menyatakan, pihaknya memiliki Jembatan Persahabatan.

Sebuah program yang mengumpulkan para pelajar dengan energi berlebih untuk diarahkan melakukan berbagai kegiatan positif oleh sekolah.

Meskipun diakui fenomena kelompok remaja dipengaruhi oleh banyak faktor di luar lingkungan sekolah.

Baca Juga: TMMD Reguler ke-128 di Kulon Progo Resmi Selesai, Danrem 072 Pamungkas Pastikan Hasil Pembangunan Fisik Rampung dan Berkualitas

 Budi menilai, dalam hal pencegahan geng pelajar sekolah memiliki peran vital untuk memperbaiki pendidikan karakter anak-anak.

Di samping itu, peran kewilayahan seperti tokoh masyarakat dan kelurahan juga penting untuk mencegah konflik antargeng pecah.

 Lantaran perselisihan antargeng sekolah biasanya terjadi di luar jam belajar.

 "Di Jogja itu kan ada yang namanya Jam Belajar Masyarakat (JBM). Itu sebetulnya  bagaimana meningkatkan kepedulian masyarakat untuk peduli terhadap pendidikan anak,” beber mantan sekretaris Dindikpora Kota Jogja itu. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#hasto wardoyo #geng pelajar jogja #Pemkot Jogja