JOGJA - Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Jogja Indaruwanto Eko Cahyono menegaskan dukungannya terhadap inovasi program tamu dewan masuk kampung wisata. Sebab program kolaborasi antara legislatif, Sekretariat DPRD, dan Dinas Pariwisata itu cukup efektif mendongkrak perekonomian.
Ndaru sapaannya mengatakan inisiatif tersebut perlu didukung karena memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Bahkan tidak hanya dari segi ekonomi. Tapi juga sebagai media promosi potensi kampung kepada wisatawan luar daerah.
Hal itu tampak dalam kegiatan penerimaan tamu yang dilakukan di Kampung Wisata Rejowinangun, Kotagede pada Selasa (19/5/2026).
Tamu dewan yang datang diketahui melakukan transaksi hingga mencapai Rp 11 juta hanya dalam empat jam kunjungan kepada para pelaku UMKM. Para tamu juga berkomitmen mengenalkan potensi kampung kepada kolega di daerah asal.
Ndaru mendorong program tersebut bisa diaplikasikan pada seluruh kampung wisata di Kota Jogja yang jumlahnya mencapai 45 titik. Karena sampai saat ini baru empat kampung wisata yang dinyatakan siap. Sehingga masuk dalam program uji coba.
“Tujuannya semata-mata untuk masyarakat, yakni menghadirkan UMKM, menggali potensi lokal, dan menjadi ajang promosi kampung wisata di Kota Jogja," ujar Ndaru di sela penyambutan tamu dewan.
Baca Juga: KPAID Jogja Beda Pendapat dengan Komnas HAM, Nilai Kasus Little Aresha Pelanggaran HAM Berat
Politisi PAN itu memandang bahwa inisiatif program tamu dewan masuk kampung wisata juga sebagai bentuk kehadiran legislatif untuk menjemput aspirasi masyarakat. Lantaran dalam setiap kegiatan ada sesi diskusi yang menghadirkan warga atau pengelola wisata setempat.
Ndaru menegaskan, inovasi tersebut juga diharapkan dapat mengubah paradigma pertemuan wakil rakyat selalu lekat dengan kesan mewah. Seperti di kantor atau hotel. Dengan membawa agenda dewan ke kampung-kampung wisata maka masyarakat mendapatkan dampak secara langsung.
Baca Juga: Diburu Polisi, Wajah Pelaku Tawuran Bersajam di Magelang Selatan Terekam Jelas di CCTV
Selain aspek ekonomi, dia menekankan bahwa program tersebut juga bertujuan untuk memperkuat kelembagaan di tingkat kampung. Dia berharap, sinergi yang terjalin dalam program itu dapat mendorong para pengelola kampung wisata untuk terus berinovasi dalam hal pelayanan dan keunikan produk.
“Kami di Komisi A siap mengawal regulasi dan anggaran yang mendukung penguatan kapasitas SDM di kampung-kampung agar siap menyambut tamu dengan standar pelayanan yang profesional,” tegasnya. (inu)