Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Balik Cek Kesehatan Gratis Driver Ojol di Balai Kota Jogja, Konsumsi Kopi dan Polusi Setiap Hari, Mayoritas Hipertensi

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 19 Mei 2026 | 21:21 WIB
ANTUSIAS: Ratusan driver ojol saat mengikuti cek kesehatan gratis (CKG) di Balai Kota Jogja, Selasa (19/5). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
ANTUSIAS: Ratusan driver ojol saat mengikuti cek kesehatan gratis (CKG) di Balai Kota Jogja, Selasa (19/5). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

 

PROFESI ojek online (ojol) yang setiap hari berjibaku di jalanan tidak lepas dari risiko permasalahan kesehatan. Sinyal tubuh mereka yang sudah lemah terkuak dalam cek kesehatan gratis (CKG) di Balai Kota Jogja, Selasa (19/5).

Suasana halaman Balai Kota di Timoho tampak berbeda. Ratusan driver ojol yang khas dengan jaket hijau tampak antre. Bukan untuk menunggu penumpang atau pesanan makanan. Namun giliran CKG yang digelar dinas kesehatan dan perusahaan ojol.

Eko Yulianto misalnya, driver asal Kemantren Tegalrejo ini antusias untuk mengikuti CKG karena merasa dirinya sedang tidak baik-baik saja. Di sela kesibukannya untuk mencari orderan, pria 57 tahun ini menyempatkan diri periksa karena dalam sepekan ini tubuhnya sering terasa lelah.

Baca Juga: Ojol hingga PRT Terancam Tak Dapat THR, MPBI DIY Buka Posko Aduan di Sini

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, terungkap ternyata Eko menderita hipertensi dan penyakit lambung. Usut punya usut, penyakit itu muncul karena aktivitas ngopi, pola makan yang kurang teratur dan paparan polusi setiap kali mengaspal di jalanan perkotaan.

Baginya, kopi memang sudah selayaknya bahan bakar untuk mencari rezeki. Sehari bisa empat sampai lima cangkir. Dia merasa beruntung karena sebelum parah sudah diingatkan dokter untuk menjaga kondisi tubuh dalam cek kesehatan.

"Tadi dicek, ternyata tensinya tinggi sekali. Ternyata pas kurang fit. Karena biasanya minum kopi tidak apa-apa, kemarin minum kopi langsung sakit,” ujar Eko di sela pemeriksaan.

Sementara bagi driver asal Jetis, Suhartini, cek kesehatan gratis bak  angin segar. Lantaran dia sedang terkendala cek kesehatan di puskesmas akibat jaminan kesehatan yang dibiayai melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) dinonaktifkan.

Wanita 50 tahun itu diketahui juga memiliki riwayat penyakit hipertensi. Cek kesehatan memang menjadi sebuah rutinitas agar dia tidak tumbang di jalanan. Dia berharap program CKG khusus bagi driver ojol bisa dilakukan rutin di tengah kesibukan mencari orderan.

"Karena punya hipertensi, jadi saya memang harus kontrol rutin. Tadi juga diingatkan untuk mengurangi gorengan dan olahraga,” jelas Suhartini.

Baca Juga: Kuliah Sambil jadi Ojol Makanan, Aji Ramadan Bisa Lulus Cumlaude Sarjana Hukum di UGM

Tenaga kesehatan Puskesmas Gondokusuman dr Atika Zulfa yang bertugas dalam cek kesehatan mengungkap fakta penyakit hipertensi memang yang paling banyak diderita oleh driver ojol. Hal itu tidak lepas dari aktivitas harian para driver yang berjibaku dengan polusi jalanan, pola makan tidak teratur serta kurangnya jam istirahat.

Atika menyatakan, cek kesehatan bagi driver ojol itu akan terlaksana hingga 21 Mei. Dalam satu hari targetnya bisa 180 driver. Dia mengingatkan kepada para pejuang jalanan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat.

Seperti membatasi makanan bersantan atau yang terlalu gurih, serta memastikan istirahat yang cukup minimal 6 hingga 8 jam sehari.  "Olahraga rutin juga penting karena bisa mengendalikan darah tinggi,” tandasnya. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#cek kesehatan gratis #Ojek Online #Balai Kota Jogja