Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Di Balik Cek Kesehatan Gratis Driver Ojol di Balai Kota Jogja, Konsumsi Kopi dan Polusi Setiap Hari, Mayoritas Derita Darah Tinggi

Iwan Nurwanto • Selasa, 19 Mei 2026 | 13:14 WIB
Suasana saat ratusan driver ojol mengikuti cek kesehatan gratis yang diselenggarakan di Balai Kota Jogja, Selasa (19/5/2026). (IWAN NURWANTO/Radar Jogja) 
Suasana saat ratusan driver ojol mengikuti cek kesehatan gratis yang diselenggarakan di Balai Kota Jogja, Selasa (19/5/2026). (IWAN NURWANTO/Radar Jogja)

JOGJA - Profesi ojek online (ojol) yang setiap hari berjibaku di jalanan tidak lepas dari resiko permasalahan kesehatan. Sinyal tubuh mereka yang sudah lemah terkuak dalam cek kesehatan gratis di Balai Kota Jogja pada Selasa (19/5/2026).

Suasana halaman balai kota tampak berbeda. Ratusan driver ojol yang khas dengan jaket hijau tampak antri. Bukan untuk menunggu penumpang atau pesanan makanan. Namun giliran cek kesehatan gratis yang digelar oleh dinas kesehatan dan perusahaan ojol.

Eko Yulianto misalnya, driver asal Kemantren Tegalrejo ini antusias untuk mengikuti cek kesehatan gratis karena merasa dirinya sedang tidak baik-baik saja. Di sela kesibukannya untuk mencari orderan, pria 57 tahun ini menyempatkan diri untuk periksa karena dalam sepekan ini tubuhnya sering terasa lelah.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terungkap ternyata Eko menderita hipertensi dan penyakit lambung. Usut punya usut, penyakit itu muncul karena aktivitas ngopi, pola makan yang kurang teratur dan paparan polusi setiap kali mengaspal di jalanan perkotaan.

Baca Juga: Negara Demokratis Punya UU Anti-Spionase, Pakar HI UI Sebut RI Perlu Berbenah

Baginya, kopi memang sudah selayaknya bahan bakar untuk mencari rezeki. Sehari bisa empat sampai lima cangkir. Dia merasa beruntung karena sebelum parah dia sudah diingatkan dokter untuk menjaga kondisi tubuh dalam cek kesehatan.

“Tadi di cek ternyata tensinya tinggi sekali, ternyata pas kurang fit. Karena biasanya minum kopi tidak apa-apa, kemarin minum kopi langsung sakit,” ujar Eko di sela pemeriksaan.

Sementara bagi driver asal Jetis bernama Suhartini, cek kesehatan gratis bak angin segar. Lantaran dia sedang terkendala cek kesehatan di puskesmas akibat jaminan kesehatan yang dibiayai melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) dinonaktifkan. 

Wanita 50 tahun itu diketahui juga memiliki riwayat penyakit hipertensi. Cek kesehatan memang menjadi sebuah rutinitas agar dia tidak tumbang di jalanan. Dia berharap agar program cek kesehatan gratis khusus bagi driver ojol bisa dilakukan rutin di tengah kesibukan mencari orderan.

Baca Juga: Pemkab Kulon Progo Tegas Cabut Izin Tempat Karaoke, DPRD Minta Pengawasan Lanjutan

“Karena punya hipertensi jadi saya memang harus kontrol rutin. Tadi juga diingatkan untuk mengurangi gorengan dan olahraga,” jelas Suhartini.

Tenaga kesehatan Puskesmas Gondokusuman dr. Atika Zulfa yang bertugas dalam cek kesehatan mengungkap fakta penyakit hipertensi memang yang paling banyak diderita oleh driver ojol. Hal tersebut tidak lepas dari aktivitas harian para driver yang berjibaku dengan polusi jalanan, pola makan tidak teratur serta kurangnya jam istirahat.

Atika menyatakan, cek kesehatan bagi driver ojol itu akan terlaksana hingga tanggal 21 Mei 2026 mendatang. Dalam satu hari targetnya bisa 180 driver. Dia mengingatkan kepada para pejuang jalanan untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Seperti membatasi makanan bersantan atau yang terlalu gurih, serta memastikan istirahat yang cukup minimal 6 hingga 8 jam sehari. 

“Olahraga rutin juga penting karena bisa mengendalikan darah tinggi,” tandasnya. (inu) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Konsumsi kopi #Profesi ojol #Kota Jogja #darah tinggi #Ojek Online