JOGJA - Ketua Komisi D DPRD DIY RB. Dwi Wahyu Budiantoro kembali mengingatkan, pentingnya akses pendidikan bagi generasi muda melalui program beasiswa pendidikan menengah yang terus disosialisasikan ke masyarakat.
Menurut dia, masih banyak anak di DIY yang belum memiliki dorongan kuat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, meski peluang tersebut sejatinya tersedia.
"Ini start kita untuk edukasi dan mengantarkan anak-anak menuju perguruan tinggi.
Banyak anak di DIY yang belum punya dorongan kuliah, ini yang harus kita ubah bersama," ujar Dwi saat Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah 2026 di Hotel Nagari Jalan Letjen Soeprapto Ngampilan, Jogja pada Jumat (15/5).
Dikatakan, pentingnya peran orang tua mendampingi anak tanpa memberikan tekanan berlebihan yang justru menghambat perkembangan.
Orang tua harus mengarahkan, tapi juga harus paham kemampuan dan kemauan anak.
“Jangan sampai anak justru terbebani oleh keinginan orang tua," ingat wakil rakyat yang tinggal di Kampung Gedongan, Kotagede, Yogyakarta ini.
Program sosialisasi beasiswa pendidikan menengah ini merupakan kolaborasi antara DPRD DIY dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY.
Tujuannya, dalam rangka memperluas jangkauan informasi beasiswa.
Staf Pengelola Beasiswa Bidang Pembinaan SMA Disdikpora DIY Tri Suryani menjelaskan, pendekatan langsung ke masyarakat menjadi strategi penting agar program lebih tepat sasaran.
Biasanya sosialisasi dilakukan di sekolah.
“Tapi sekarang kami ingin menyentuh masyarakat langsung agar yang belum terjangkau bisa lebih mudah mengakses informasi," terang dia.
Ditambahkan, sosialisasi ini juga bertujuan membangun kesadaran orang tua dan siswa mengenai pentingnya pendidikan kendati dengan keterbatasan ekonomi.
Mindset atau cara pandang orang tua dan siswa harus sama. Perlu ditekankan pendidikan itu penting. “Meskipun kondisi ekonomi terbatas," ulang Tri.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti tantangan generasi saat ini dalam menghadapi perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurut dia, anak-anak harus bijak dalam penggunaan AI.
“Semua bisa diakses, jadi peran orang tua dan guru sangat penting untuk mengendalikan," katanya.
Ditegaskan, pendekatan yang dilakukan bukanlah dengan cara menjauhi teknologi. Namun beradaptasi secara bijak. "Bukan menghindari, tapi adaptif dengan AI," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Tri juga memaparkan tiga jenis program beasiswa pendidikan menengah.
Pertama, beasiswa Kartu Cerdas. Kedua, beasiswa Retrieval. Ketiga, beasiswa Jaminan Kelangsungan Pendidikan (JKP).
Ketiga program beasiswa itu ditujukan bagi siswa SMA/SMK dari keluarga kurang mampu dan berisiko putus sekolah.
Dengan sosialisasi itu, Tri berharap semakin banyak siswa yang dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya.
Sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan di tengah tantangan era digital. (iza/kus)
Editor : Herpri Kartun Sumber : Radar Jogja