Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ekonomi Goyah di Tengah Idul Adha, Penyembelihan Hewan Kurban di Kota Jogja Diprediksi Menurun

Iwan Nurwanto • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:51 WIB
Sapi yang dijual untuk hewan kurban di UD Segar Farm, Pakuncen, Kota Jogja, Minggu (10/5/2026). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
Sapi yang dijual untuk hewan kurban di UD Segar Farm, Pakuncen, Kota Jogja, Minggu (10/5/2026). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 

JOGJA – Penyembelihan hewan kurban di Kota Jogja pada Idul Adha tahun ini diprediksi menurun di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil. Banyak sohibul kurban disebut beralih dari sapi ke kambing karena harga sapi yang semakin mahal.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Sukidi mengatakan, jumlah penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini berkisar 7.952 ekor, atau turun dibandingkan 2025 mencapai 8.253 ekor. Kondisi ini seiring dengan pembelian sapi kurban tingkat peternak merosot, akibat adanya kondisi ekonomi masyarakat yang labil.

 

“Penurunannya kemungkinan tidak signifikan, karena masyarakat banyak yang beralih dari sapi ke kambing,” ujar Sukidi, Jumat (15/5/2026).

 

Baca Juga: Darurat Miras, AMM dan GMNU Kulon Progo Bersatu Mendesak Pelarangan Total

 

Meskipun ada kemungkinan penurunan, eks Sekretaris DPP Kota Jogja itu memastikan pihaknya tidak akan lengah. Sebanyak 265 petugas pemeriksa hewan diterjunkan untuk memantau hewan kurban. Jumlah petugas itu naik dibandingkan tahun lalu yang hanya 205 personel.

 

Para petugas itu akan terjun ke lapangan pada H-1 Idul Adha. Mereka memastikan kesehatan hewan kurban sebelum disembelih maupun setelah disembelih. Bahkan para petugas juga tetap siaga setelah hari raya atau selama hari tasyrik.

 

“Kami lihat terutama hatinya, paru-parunya apakah sehat atau terpapar penyakit,” tegas Sukidi.

 

Baca Juga: Final Playoff Promosi Bisa Digeser di Tengah Skandal Mata-mata Southampton

 

Sementara itu, pemilik kandang ternak UD Segar Farm Sudi Harsoyo menyebut harga sapi kurban tahun ini berada di kisaran Rp 23-25 juta. Harga itu lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya yang berkisar Rp 19 sampai 20 juta.

 

Sudi mengungkap kenaikan harga sapi kurban disebabkan meroketnya harga karkas. Pada tahun lalu harga karkas Rp 90 ribu per kilogram. Sementara tahun ini menjadi Rp 102 per kilogram. 

 

Kondisi tersebut dimungkinkan juga berpengaruh terhadap pola penjualan maupun pembelian. Sehingga UD Segar Farm menurunkan target penjualan dari 302 ekor pada 2025 menjadi 250 ekor di tahun ini. “Penjualan sapi kurban kemungkinan akan ramai mulai sepekan sebelum hari raya Idul Adha,” bebernya.  (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#sapi kurban #idul adha #penyembelihan #menurun #sohibul