Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dampak Rupiah Melemah, Harga Minyak Goreng dan Gula Pasir di Kota Jogja Diprediksi Meroket

Iwan Nurwanto • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:42 WIB
Pedagang menunjukkan beberapa merek minyak goreng yang dijual di Pasar Kranggan, Kota Jogja, kemarin (21/4). Harga minyak goreng merek Minyakita di pasar tersebut mengalami kenaikan dan kelangkaan. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja.
Pedagang menunjukkan beberapa merek minyak goreng yang dijual di Pasar Kranggan, Kota Jogja, kemarin (21/4). Harga minyak goreng merek Minyakita di pasar tersebut mengalami kenaikan dan kelangkaan. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja.

JOGJA – Harga minyak goreng (migor) dan gula pasir diprediksi segera merangkak naik seiring melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dan menipisnya stok di pasaran.

 

Mengantisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok tersebut, Pemkot Jogja menyiapkan gerakan pangan murah di 14 kemantren hingga November mendatang.

 

Kepala Bidang Ketersediaan Pengawasan dan Pengendalian Perdagangan Disdag Kota Jogja Sri Riswanti mengatakan, minyak goreng dan gula pasir kemungkinan yang paling terdampak karena bergantung pada kondisi global. Namun, kedua komoditas itu terpantau masih stabil sesuai harga eceran tertinggi (HET) saat ini.

 

Baca Juga: Rumah Warisan Budaya Dr Sardjito Bakal Dijual, Ini Respons Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo

 

“Hasil pantauan kami gula pasir dari Bulog dan Minyakita masih sesuai HET. Gula Rp 17500 per kilogram, Minyakita Rp 15.700 per liter,” ujar Riswanti saat dikonfirmasi, Jumat (15/5/2026).

 

Riswanti menjelaskan, harga migor memang sangat bergantung pada harga crude palm oil (CPO) di pasar global. Sementara  gula pasir impor juga kerap dijual di berbagai supermarket di Indonesia.

Meski demikian, dipastikan harga migor merek Minyakita dan gula pasir lokal kini masih terkendali sesuai dengan HET.

 

Baca Juga: Pencairan UGR Tol Jogja-YIA di Kulon Progo Jadi Magnet Sales Kendaraan Hingga Agen Properti

 

Kendati harganya masih normal, eks Kepala UPT Pusat Bisnis Dinas Perdagangan Kota Jogja itu mewanti-wanti kesiapan masyarakat untuk menghadapi lonjakan harga minyak goreng. Karena stoknya yang mulai menipis.

 

Upaya antisipasi harga minyak goreng meroket sudah disiapkan, melalui gerakan pangan murah di 14 kemantren secara bergiliran sejak 12 Mei hingga November mendatang.

 

Kegiatan ini akan menyediakan berbagai bahan pangan seperti beras, telur, hingga minyak goreng. Dalam program tersebut pemkot memberikan subsidi Rp 2.000  tiap komoditas. “Jika komoditas terjadi kelangkaan atau harga melebihi batas ambang wajar maka dilakukan intervensi (operasi pasar),” jelas Riswanti.

 

Baca Juga: Link Live Streaming Semen Padang vs Persebaya Surabaya, Laga Kandang Terakhir Kabau Sirah di Liga 1 Musim Ini

 

Pantauan Radar Jogja, di tingkat pengecer harga gula pasir sudah mengalami peningkatan harga.

 

Yani, salah satu pemilik warung kelontong di Kemantren Wirobrajan mengungkapkan, harga gula pasir kini berada di Rp 18.500 per kilogram (kg). Naik dibandingkan awal bulan lalu yang berada di kisaran Rp 17.800-18.000 per kg.

 

Sementara untuk Minyakita dihargai Rp 17.000 per liter. Harga Minyakita di warungnya memang dijual melebihi HET karena ada margin keuntungan yang diambil oleh pengecer.

 

“Kalau minyak goreng sebulanan ini harganya tetap, saya ambil harganya Rp 15.800 dari pasar,” bebernya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#gula pasir #minyak goreng #rupiah melemah #gerakan pangan murah #harga naik