Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rumah Warisan Budaya Dr Sardjito Bakal Dijual, Ini Respons Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo

Iwan Nurwanto • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:16 WIB
Rumah Dr Sardjito yang diisukan dijual di Jalan Cik Di Tiro, Terban, Gondokusuman, Kota Jogja. (IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
Rumah Dr Sardjito yang diisukan dijual di Jalan Cik Di Tiro, Terban, Gondokusuman, Kota Jogja. (IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

 

JOGJA - Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo merespons kabar dijualnya rumah peninggalan Dr Sardjito di Jalan Cik Di Tiro, Terban, Gondokusuman, dengan rencana menemui pihak keluarga.

 

Pemkot Jogja berharap rumah bersejarah milik rektor pertama UGM itu tidak jatuh ke tangan swasta dan tetap lestari sebagai aset sejarah serta warisan budaya.

 

Hasto mengatakan, pemerintah kota (pemkot) belum menerima pemberitahuan maupun penawaran resmi dari pihak keluarga Dr Sardjito terkait dengan dijualnya rumah tersebut. Informasi yang diterima baru sekadar melalui pesan singkat.

 

Baca Juga: Karyawan Pabrik Ban di Purworejo Minta Kompensasi ke Perusahaan, Transportasi untuk Kerja, Ada yang Berstatus Nyicil

 

"Secara resmi lewat surat memang belum ada, tapi lewat WhatsApp sudah,” ujar Hasto saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, Jumat (15/5/2026).

 

Bupati Kulon Progo 2011-2019 itu memandang, rumah Dr Sardjito bukan sekadar warisan budaya. Namun merupakan objek yang memiliki nilai sejarah luar biasa. Hal tersebut tentu tidak lepas dari sosok Dr Sardjito yang merupakan rektor pertama UGM yang memiliki kiprah besar dalam dunia kesehatan.

 

Menanggapi aspirasi agar bangunan dibeli oleh pemkot, Hasto menjelaskan APBD Kota Jogja tahun 2026 tidak memungkinkan untuk melakukan pembelian aset dalam waktu dekat. Namun ada peluang pembelian bisa dilakukan dengan dana keistimewaan (danais) karena merupakan bangunan warisan budaya.

 

Baca Juga: Penjaga Warung Lengah, Modus Tukar Uang, Dua WNA Bawa Kabur Uang Jutaan Rupiah di Girisubo: Begini Kronologinya

 

Dia pun berencana menemui pihak keluarga Dr Sardjito dalam waktu dekat agar bisa didapatkan solusi terbaik. Seiring dengan itu, Pemkot Jogja juga akan berkoordinasi dengan UGM dan RSUP Dr Sardjito. “Ini agar rumah sang pahlawan nasional itu tetap lestari sebagai aset sejarah bangsa,” ujarnya.

 

Hasto menekankan, marwah rumah tersebut memang sudah seharusnya dijaga. Dia pun sebenarnya tidak rela jika rumah Dr Sardjito nantinya beralih menjadi tempat bisnis komersial seperti kafe. Apalagi rumah tersebut juga dijadikan Dr Sardjito sebagai tempat riset. Termasuk pembuatan obat batu ginjal Calcusol.

 

"Harapan saya tidak jatuh ke pihak swasta. Sebaiknya memang dibeli oleh pemerintah, UGM, atau rumah sakit  Sardjito,” ungkap politisi berlatar belakang dokter itu.

Baca Juga: Darurat Miras, AMM dan GMNU Kulon Progo Bersatu Mendesak Pelarangan Total

Diberitakan sebelumnya, kabar dijualnya rumah milik Dr Sardjito diungkapkan oleh Budhi Santoso.

Sosok yang sudah menempati bangunan tersebut selama puluhan tahun itu kaget karena rumah Dr Sardjito ditawarkan melalui sosial media.

Meski tidak memiliki hak atas rumah Dr Sardjito, Budhi menilai tidak etis jika rumah tersebut jatuh kepada pemilik personal.

Baca Juga: Link Live Streaming Semen Padang vs Persebaya Surabaya, Laga Kandang Terakhir Kabau Sirah di Liga 1 Musim Ini

Kemudian merubah bangunan menjadi kafe atau hotel yang tidak sesuai dengan perjuangan Dr Sardjito.

“Rumah ini mungkin lebih mulia dipakai sebagai museumnya Pak Sardjito atau rumah bakti sosial seperti puskesmas. Itu lebih mulia,” katanya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#rumah dr sardjito #hasto wardoyo #Pemkot Jogja #Warisan Budaya #Dijual