JOGJA – Pemprov DIY berupaya kembali bisa mengakses pendanaan dari pemerintah pusat untuk renovasi Stadion Mandala Krida. Kajian mutual check nol (MC-0) kini menjadi kunci dalam izin renovasi Stadion Mandala Krida Jogja.
Hal itu menjadi prasyarat utama bagi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan lampu hijau perbaikan fasilitas stadion di Kota Jogja tersebut.
Kepala Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ Arfi Hidananto menjelaskan, pintu pendanaan dari pemerintah pusat yang sempat tertunda karena masalah hukum pun berpeluang kembali terbuka.
Menurut dia, dulu sebenarnya sudah ada rencana dari pusat, tapi tertunda karena status hukum. “Kalau izin KPK sudah turun lewat berita acara tadi, peluang meminta pendanaan ke pusat bisa kami lakukan lagi," tandasnya, Rabu (13/5).
Pihaknya kini tengah bersiap menyusun kajian teknis sebagai syarat mutlak sebelum melakukan renovasi stadion bersejarah. "KPK menyampaikan tetap bisa dilakukan asalkan diawali dengan pembuatan berita acara kajian MC-0," katanya, .
Kendati demikian, menurut Arfi proses tersebut tidak bisa dilakukan secara instan. Mengingat saat ini, pihaknya sedang masuk dalam tahapan persiapan pembentukan tim kajian.
Baca Juga: Mayoritas Luar Daerah, Guru Sekolah Rakyat Terintegrasi 44 Kebumen dari Tegal hingga Madura
Tim itu, nantinya akan melibatkan unsur internal Pemprov DIY, mulai dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), Inspektorat untuk pengawasan, hingga bagian keuangan. Targetnya, tim kajian ini akan mulai bekerja pada medio Juni atau Juli mendatang.
Setelah kajian rampung, lanjut dia, baru dibuatkan berita acara untuk disampaikan ke KPK. “Kalau semua proses itu bisa selesai di tahun ini, maka tahun depan kami sudah bisa menentukan langkah konkret apa yang akan dilakukan di Mandala Krida," jelasnya.
Sebelumnya, Sekprov DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti mengakui memang ada rencana renovasi Stadion Mandala Krida.
Baca Juga: Astra Women Network 2026: Dari Pemberdayaan Menuju Dampak Nyata
Beberapa bagian stadion perlu dilakukan perbaikan. Namun, efisiensi anggaran menjadi kendala rencana tersebut. "Anggarannya enggak ada, mepet banget," ujarnya.
Ia masih memetakan anggaran yang bisa digunakan untuk merenovasi stadion tersebut. Bahkan, berdasarkan informasi yang didapat, anggaran renovasi stadion dimungkinkan berasal dari pusat. "Kalau enggak salah dulu itu dari pusat anggarannya, pusat yang membantu anggarannya," tandasnya. (ayu/pra)
Editor : Heru Pratomo