JOGJA - Momentum Idul Adha di Kota Jogja tahun ini dipastikan bakal berbeda. Pasalnya, sapi bantuan presiden yang disalurkan melalui pemerintah kota (pemkot) tidak akan disembelih di lingkungan balai kota.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Sukidi mengatakan, penyembelihan sapi bantuan presiden rencananya akan dilakukan di bantaran Sungai Code. Tepatnya di Kampung Gemblakan Bawah, Kemantren Danurejan.
Sukidi menyatakan, penentuan lokasi penyembelihan sapi bantuan presiden di bantaran sungai itu merupakan arahan langsung dari kepala daerah. Lokasi tersebut dipilih dengan pertimbangan khusus agar masyarakat pinggiran bisa mendapatkan manfaat.
“Tahun ini Pak Wali memang memfokuskan (bantuan) untuk penghuni di bantaran sungai," ujar Sukidi di Balai Kota Jogja, Selasa (12/5/2026).
Baca Juga: Warga Kulon Progo Diminta Tak Mencuci Jeroan di Sungai Atau Perairan saat Idul Adha
Terkait dengan wujud sapi bantuan presiden nantinya, Mantan Sekretaris DPP Kota Jogja itu telah mendapatkan informasi bahwa sapinya berbobot sekitar 600 kilogram. Lalu jenisnya juga sapi premium seperti Simmental atau Limousin.
Sukidi menyebut, sapi bantuan presiden yang disalurkan ke Kota Jogja kemungkinan berasal dari Bantul atau Gunungkidul. Lantaran peternak lokal tidak memiliki sapi kurban sesuai kriteria presiden.
“Sehingga kami tidak mengusulkan sapi dari peternak kota untuk dibeli presiden,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan dan Kehewanan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja Sri Panggarti menyampaikan, untuk tahun sebelumnya sapi bantuan presiden disembelih di Rumah Potong Hewan (RPH) Giwangan. Sehingga penanganannya lebih mudah karena peralatan sudah ada.
Baca Juga: Tahu Semakin Tipis, Bahan Baku Melejit: Perajin Tahu Kulon Progo Potong Ukuran
Jika melihat pengalaman tahun lalu dengan bobot sapi bantuan presiden yang mencapai 970 kilogram.
Panggarti menyebut, tentu harus membutuhkan banyak petugas penyembelihan. Apalagi dengan lokasi di tengah perkampungan.
“Nanti ini menjadi PR kami, bagaimana cara merobohkannya, karena itu luar biasa (sulitnya),” ungkapnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin