Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Musim Depan PSS Sleman Berpotensi Ketemu PSIM Jogja, Hasto: Bentrokan Sama Sekali Tidak Ada Untungnya

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 12 Mei 2026 | 15:26 WIB
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. (AGUNG DWI PRAKOSO/RADAR JOGJA)
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo. (AGUNG DWI PRAKOSO/RADAR JOGJA)

JOGJA- Kegembiraan bercampur kewaspadaan mulai muncul pasca skuad PSS Sleman resmi naik kasta ke Liga 1.

Tim kebanggaan warga Sleman itu akan berpotensi bertemu dengan saudara se-daerahnya PSIM Jogja yang dalam sejarahnya sering menimbulkan rivalitas yang berujung kriminalitas. 

"Tidak ada positifnya ketika ada konflik dan ada bentrok, sama sekali nggak ada untungnya, itu pesan saya," ujar Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat ditemui di Kompleks Kepatihan Jogja, Selasa (12/5/2026).

Hasto mengaku belum bertemu secara langsung dengan Bupati Sleman Harda Kiswara untuk berdialog terkait dengan adanya potensi konflik tersebut.

Baca Juga: Persoalan Mengembalikan Korek dengan Dilempar, Pemuda di Playen Alami 32 Luka Tusuk

Namun, ia sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk pemberitahuan bahwa dua tim sepak bola di DIY berhasil berada di Liga 1.

"Kalau tentang bola belum (bicara dengan Harda Kiswara), cuma ya selamat lah sudah masuk Liga 1. Saya ngobrolnya kemarin dengan kepolisian, gimana kalau ini sama-sama Liga 1 kita harus siaga satu, katanya, keamanannya jadi siaga satu," jelasnya.

Namun, Hasto menaruh harapan penuh bahwa potensi konflik itu tidak terjadi pada musim depan.

Rivalitas yang terjadi diharapkan sehat dan tidak merembet pada bentrokan antar suporter yang mengarah pada kriminalitas.

Ia mencotohkan pengalaman pribadinya saat ikut mendukung PSIM Jogja yang bertandang di Maluku Utara.

Baca Juga: Pemkot Jogja Siap Berikan Hibah Lampu Stadion Mandala Krida Apabila Renovasi Bisa Dilakukan

Di sana ia melihat fenomena fanatisme suporter yang bisa meredam dengan mengutamakan rasa kemanusiaannya. 

​"Orang tuh nonton tuh happy, senang gitu, ajak anak kecil, ajak ibu hamil gitu, tidak ada emosi yang terlalu kuat, yang sangat fanatis," bebernya.

Padahal, PSIM Jogja saat itu berhasil memenangkan pertandingan.

Namun, para suporter dan masyarakat sekitar masih sangat ramah kepada rombongan dari Jogja.

Baca Juga: Disabilitas Retardasi Mental Jadi Korban Kekerasan Seksual, Polisi Pastikan Pendampingan Trauma Berjalan

Kondisi tersebut diharapkan bisa terbentuk di DIY pada musim depan.

"Mbok ayo lah suporter ini kita mencontoh yang ramah-ramah itu, gimana kita kalau menjadi tuan rumah ya ramah, kemudian kalau kita main di kandang sendiri dengan tetangga sendiri juga menciptakan keramahan," jelasnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#psim pss #high risk #Derbi Mataram #derby mataram #Mataram Islah