Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penanganan Kasus  Little Aresha Jogja Masih Berjalan, 88 Anak Sudah  Mendapatkan Daycare Pengganti, Sisanya Dirawat Sendiri di Rumah

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 10 Mei 2026 | 20:00 WIB
SEPAKAT MENGGUGAT: Ratusan orangtua korban tindak kekerasan di Daycare Little Aresha menandatangani surat kuasa untuk mengawal proses hukum, di Balai Kota Jogja, kemarin (6/5). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
SEPAKAT MENGGUGAT: Ratusan orangtua korban tindak kekerasan di Daycare Little Aresha menandatangani surat kuasa untuk mengawal proses hukum, di Balai Kota Jogja, kemarin (6/5). Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 

JOGJA - Penanganan kasus tindak kekerasan dan penelantaran terhadap anak di  Daycare Little Aresha, Pakel Baru, Umbulharjo, Jogja sampai saat ini masih berjalan.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus melakukan pendampingan terhadap anak maupun orang tua.

Kepala DP3AP2KB Kota Jogja Retnaningtyas mengatakan, total sudah ada 194 laporan  dari korban Daycare Little Aresha.

Baca Juga: El Nino Aktif, BMKG Yogyakarta Ingatkan Ancaman Krisis Air hingga Kebakaran Hutan dan Lahan

Semuanya telah dilakukan asesmen atau pendatan awal untuk pendampingan penanganan yang dibutuhkan.

Pejabat yang akrab disapa Eno ini menyebut, laporan yang masuk tidak hanya  dari para korban. Namun juga alumni atau anak yang sudah lulus dari Little Aresha.

Lantaran tempat penitipan anak ini sudah beroperasi sejak 2018.

“Menurut laporan asesmen, mayoritas memang mengalami kekerasan,” ujar Eno di  Balai Kota Jogja, Minggu (10/5).

Baca Juga: Brace Adam Alis Bawa Persib Bandung Kalahkan Persija Jakarta, Pangeran Biru Restorasi Keunggulan 3 Poin di Puncak

Menurutnya, dari total 194 laporan sudah ada 88 anak yang mendapatkan penanganan dengan evakuasi dari Daycare Little Aresha menuju 39 daycare yang bekerjasama dengan pemerintah.

Eno mengungkap, tidak semua korban memanfaatkan layanan tersebut, karena sebagian orang tua memutuskan untuk merawat anaknya sendiri di rumah.

Selain penanganan terhadap anak, Kabag Kesra Setda Kota Jogja itu juga telah  menggandeng sebanyak 94 psikolog untuk pendampingan kepada orang tua.

Sebab, diketahui banyak orang tua anak korban Daycare Little Aresha yang merasa bersalah dan trauma untuk menitipkan anaknya kembali. 

"Padahal mereka harus bekerja. Trauma inilah yang coba kami urai dan hilangkan,” bebernya.

Sementara itu, Komisioner Bidang Edukasi dan Sosialisasi Komnas Perlindungan Anak Pusat Cornelia Agatha meminta adanya pembenahan sistem pengawasan terhadap tempat penitipan anak atau daycare.

Menurutnya, pengelola daycare wajib memiliki perspektif perlindungan anak dan rasa kemanusiaan yang tinggi.

Baca Juga: Jelang Idul Adha, Meski Harga Hewan Kurban di Pasar Siyono Gunungkidul Mulai Naik: Aktivitas Perdagangan Justru Menggeliat

 Selain itu, dalam pengasuhan anak yang dititipkan juga wajib dilakukan dengan  empati, kasih sayang, dan kesabaran.

Dia pun memastikan Komnas Perlindungan Anak akan terus mengawal kasus kekerasan yang terjadi di Little Aresha dan mencegah kasus serupa terulang di daerah lain.

"Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, masyarakat, dan  lembaga harus berkolaborasi,” tegasnya. (inu/laz)

Editor : Herpri Kartun
#Daycare Little Aresha Jogja #DP3AP2KB Kota Jogja #kekerasan anak