JOGJA- Jabatan Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas saat ini diemban oleh Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono,S.Sos.,M.Si.,M.Sc., seorang prajurit yang memiliki banyak prestasi kemiliteran maupun akademik. Baginya, Jogjakarta merupakan daerah yang dekat secara batin dan menyimpan banyak kisah leluhurnya.
"Saya mengenyam pendidikan terakhir di sini, di Universitas Gadjah Mada (UGM)," ujarnya kepada Radar Jogja, Jumat (8/5/2026).
Yuniar merupakan Perwira Tinggi lulusan S2 Ketahanan Nasional UGM yang lulus pada tahun 2021 dengan predikat Cumlaude. Dengan demikian, selain menguasai ilmu taktis sebagai prajurit, ia juga merupakan akademisi yang masuk kategori lulusan terbaik. Kehadirannya di Jogja digadang-gadang bisa membawa perspektif akademik dan kepemimpinan strategis dalam menjalankan tugas kewilayahan.
"Tugas di Jogja ini seperti mengenang saat kuliah, beberapa kali juga mengadakan agenda bersama dengan UGM," bebernya.
Baca Juga: Tiga WNI Terindikasi Jemaah Haji Ilegal, Digagalkan Petugas di Bandara YIA Kulon Progo
Selain itu, Kota Gudeg ini teramat dekat dengan kehidupan Yuniar. Sebab, leluhurnya yakni mendiang kakeknya yang juga prajurit, disemayamkan di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara, Semaki, Kota Jogja.
"Saya masih ingat, kala itu saya yang menjadi inspektur upacara pada pemakaman militer kakek saya," tuturnya.
Masa kecilnya juga dihiasi dengan kisah tentang Jogja dari kakeknya. Bagaimana kakek dan para prajurit lainnya berjuang dan bertaruh nyawa dalam peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret. Peristiwa penting yang menjadi bukti eksistensi kedaulatan Indonesia di mata dunia.
"Kisah itu menjadi inspirasi dan motivasi bagi saya dalam mengabdi, Jogja sangat dekat di batin saya," jelasnya.
Bagi Jenderal bintang satu ini, penugasannya sebagai Danrem 072/Pamungkas bukan sekadar perpindahan jabatan struktural, melainkan sebuah kepulangan ke tanah para leluhur dan almamater tercinta.
Laki-laki kelahiran Ngawi tanggal 18 Desember 1975 itu juga pernah belajar di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Beijing, China dan Tsinghua University pada tahun 2024. Ia menguasai enam bahasa, yakni Inggris, Rusia, Jepang, Sunda, Jawa, dan Indonesia. Ia juga pernah menjadi lulusan terbaik sekolah bahasa Rusia (2003) di Pusbahasa Hankam Pondok Labu Jakarta.
"khusus bahasa Jepang masuk kategori Pasif, tapi paham lah," kelakarnya.
Berbagai tanda kehormatan juga telah ia raih, di antaranya Satya Lencana Dharma Nusa dan Satya Lencana Dwidya Sistha. Kemudian jabatan di dunia militer, setidaknya ia pernah mengemban sebanyak 23 jabatan selama dirinya menjadi prajurit TNI.
"Jabatan terakhir sebelum menjadi Danrem itu sebagai PABAN VIII/BINKUMTALTIBPROT SPERSAD (Perwira Pembantu VIII/Pembinaan Hukum, Mental, Tata Tertib, dan Protokol di Staf Personalia AD) tahun 2025," jelasnya. (Oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin