JOGJA - Aksi heroik dilakukan seorang penjaga perlintasan kereta api Pos Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 350, Baciro, Jogja bernama Subambang. Pria asal Nanggulan, Kulon Progo ini sigap menarik seorang pria yang hendak mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan diri di kereta api pada Senin (4/5).
Peristiwa dramatis itu bermula ketika Subambang bersiap untuk menutup palang kereta api sekitar pukul 18.17. Di tengah tugasnya itu, seorang pria tiba-tiba mendatanginya dan bertanya berulang kali tentang jadwal kedatangan kereta.
"Dia bertanya sampai tiga kali pakai bahasa Jawa, 'Pak, sepure jam piro?' (Pak, keretanya jam berapa?, Red). Terus saya bilang, 'Lha kae!' (Lha itu!)," ujar Bambang, sapaannya, saat menceritakan kronologi kejadian kepada Radar Jogja, Kamis (7/5).
Bambang awalnya tidak menaruh waspada terhadap pria yang diketahui berinisial RS itu. Kecurigaannya menguat setelah RS memberikan secarik kertas berisi nomor telepon istrinya. Kata-kata yang dilontarkan RS bahwa dia sudah tidak kuat lagi.
Baca Juga: Kecelakaan Kereta Api Commuterline Dhoho Hantam Truk Hino di Blitar, Begini Kronologinya!
Pria itu lalu berlari ke arah rel, sesaat sebelum kereta melintas. Bambang yang kala itu sedang memberikan aba-aba Semboyan 91 atau isyarat kereta akan melintas, langsung dengan sigap menarik RS menjauh dari rel tanpa memikirkan keselamatan dirinya.
Dia pun sempat beradu tarik dengan RS yang bersikeras mengakhiri hidup di tengah deru mesin kereta api yang semakin mendekat.
Beruntung, Bambang yang saat itu merasa mendapatkan tenaga tambahan karena panik, berhasil menjauhkan korban dari rel. Lalu meminta bantuan warga serta pengguna jalan yang sedang berhenti.
Para pengguna jalan pun segera turun, bahu-membahu memegangi pria yang sedang putus asa itu. Setelah memastikan situasi terkendali dan pria itu berada dalam pengamanan warga serta polisi, Bambang pun kembali melanjutkan kewajibannya menjaga keamanan perlintasan kereta api.
Dia menyatakan penyelamatan yang dilakukannya hanya sekedar insting. Tapi di balik itu, tindakan Bambang menjadi bukti bahwa tugas penjaga perlintasan kereta api tidak hanya memastikan kelancaran kereta api.
"Waktu saya narik itu rasanya ringan sekali. Saya tidak tahu tenaga saya dari mana. Mungkin saking paniknya,” ungkap Bambang.
Aksi sigapnya menyelamatkan seseorang dari usaha bunuh diri itu, Bambang mendapatkan apresiasi luas. Termasuk Kapolsek Gondokusuman Kompol Julius Meta Jiwa. Perwira dengan satu melati emas di pundak itu memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bambang atas tindakan cepat dan berani yang telah dilakukan.
Sebab dengan tindakan cepat yang dilakukannya itu, nyawa seseorang bisa terselamatkan dari kecelakaan fatal. Berdasarkan pemeriksaan awal, diduga kuat RS nekat melakukan aksi itu karena terhimpit permasalahan ekonomi keluarga.
"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, apabila sedang menghadapi beban hidup yang berat, jangan ragu untuk bercerita kepada keluarga, teman, atau mencari bantuan profesional,” pesan Julius. (inu/laz)
Editor : Herpri Kartun