Kepala Kantor SAR Yogyakarta Rio Banupanitis mengatakan, audiensi berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam. HB X dalam pertemuan tersebut asyik menceritakan pengalaman-pengalaman kaitannya dengan penanganan bencana di berbagai daerah baik di DIY maupun luar DIY.
"Jadi, kalau beliau berpesan dan memberikan saran kepada Basarnas Jogjakarta, jangan sombong, dan berharap lebih tangguh," ujarnya saat ditemui usai audiensi dengan Gubernur DIY Hamengku Buwono (HB) X di Kompleks Kepatihan, Jogja, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Derby DIY PSIM Kontra PSS Akan Kembali di Kasta Tertinggi, Pengamat Ingatkan Potensi High-Risk Match
Ia juga menyampaikan kondisi alut di Basarnas DIY yang saat ini relatif lengkap. Peralatan yang dimiliki untuk mendukung evakuasi kebencanaan di antaranya alut air berupa kendaraan besar seperti RIP (rigid inflatable boat). Kendaraan tersebut berjumlah dua unit dengan ukuran 9 dan 12 meter di perairan kawasan Congot, Kulon Progo.
"Kemudian kami punya Jukung yang dibantu oleh nelayan-nelayan setempat juga," bebernya.
Kemudian alut darat, Basarnas mempunyai Hagglunds atau kendaraan khusus yang bisa menembus medan ekstrem.Selain itu juga ada kendaraan ekstrikasi yang bisa digunakan untuk membantu menangani kecelakaan serta dua unit jetski.
"Untuk alut udara-nya kami punya drone termal ada dua unit," jelasnya.
Baca Juga: MBG Jalan Terus Tapi Honor Guru PAUD Justru Dipangkas, Guru PAUD di Kulon Progo Minta Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Guru
Dengan perlengkapan yang mereka punya, ia optimistis bisa memaksimalkan penanganan kebencanaan. Pihaknya juga aktif mengadakan program SAR Goes to School dengan sasaran para siswa hingga mahasiswa.
Kebanyakan dari mereka datang ke Kantor SAR Jogjakarta untuk mendapatkan pengetahuan atau praktik dasar dalam penanganan kebencanaan.
"Berlatih tower, maupun pengenalan dasar-dasar MFR (Medical First Responder)," ucapnya.
Baca Juga: Sempat Alami Keracunan Diduga dari MBG, 18 Siswa SDN Kowang Bantul Sudah Pulih dan Kembali Ikuti KBM
Menyikapi adanya isu bencana megathrust, pihaknya menyatakan kesiapannya ketika sewaktu-waktu dibutuhkan. Tim selalu disiagakan setiap saat bahkan 24/7 atau selama 24 jam.
"Anggota yang dikerahkan terutama menghadapi situasi ini, sesuai dengan kebutuhan yang ada di lapangan. Jadi biasanya satu kru itu satu komandan regu beserta delapan personel," paparnya. (oso/wia).