JOGJA - Sebagian besar alat perangkap sampah sungai atau trash barrier di Kota Jogja rusak akibat tingginya debit air selama musim hujan. Saat ini hanya trash barrier di Sungai Winongo yang sudah kembali berfungsi optimal, sementara di sungai lain masih dalam tahap perbaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja Very Tri Jatmiko mengatakan, sampai saat ini baru di aliran Sungai Winongo saja fungsi trash barrier yang sudah optimal.
Sementara trash barrier pada dua titik sungai lain seperti Winongo dan Gajahwong masih dalam kondisi rusak dan tengah dalam proses perbaikan.
“Hampir sebagian besar rusak dan dalam perbaikan,hari ini di Sungai Winongo ada yang yg dipasang setelah perbaikan,” ujar Very saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, perbaikan trash barrier yang rusak dilakukan secara periodik setiap tiga bulan. Sebab fungsi trash barrier cukup efektif untuk menangkap sampah yang dibuang secara liar di aliran sungai.
Very mencontohkan, untuk di Sungai Code dalam waktu satu bulan bisa menangkap sedikitnya enam ton sampah. Sampah yang terperangkap kemudian diambil oleh petugas kebersihan sungai atau ulu-ulu untuk diolah.
“Jenis sampahnya beragam, ada organik dan anorganik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Jogja Rajwan Taufiq mengungkapkan, akan menambah sembilan titik trash barrier. Sehingga nantinya ada 27 titik trash barrier yang aktif dari sebelumnya yang hanya 18 titik.
Baca Juga: Jemaah Haji asal Yogyakarta Mulai Terserang Heat Stroke, Suhu Tanah Suci Tembus 43 Derajat
Rajwan menyatakan, pemasangan trash barrier merupakan komitmen pemerintah untuk menjaga kebersihan sungai. Sekaligus memperkuat pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.
DLH Kota Jogja juga menerjunkan 60 ulu-ulu yang setiap hari melakukan pemantauan dan pembersihan di empat sungai. Khusus untuk pembersihan trash barrier dilakukan setiap hari kerja. Kemudian pembersihan sampah secara umum dilakukan minimal dua kali dalam sepekan
“Penambahan sembilan trash barrier di titik-titik strategis pada empat sungai yang melintasi Kota Jogja. Yaitu Sungai Code, Winongo, Gajahwong, dan Manunggal,” bebernya.
Rincian penambahannya untuk Sungai Code sebanyak dua titik. Lalu di Sungai Gajahwong sebanyak dua titik, Sungai Manunggal ditambah dua titik, dan Sungai Winongo dilakukan penambahan tiga titik.
Pemasangan trash barrier itu difokuskan pada tiga kawasan kota. Meliputi sisi utara yang berbatasan dengan Kabupaten Sleman, kawasan tengah kota, hingga di sisi selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bantul.
“Harapannya sampah dari Sleman tidak masuk ke Kota Jogja, masyarakat Kota Jogja juga tidak membuang sampah ke sungai, dan tidak ada sampah dari Kota Jogja yang mengalir ke Bantul,” jelasnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita