Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sebagian Besar Trash Barrier Sungai Kota Jogja Rusak, Baru Sungai Winongo yang Kembali Optimal: DLH Siapkan Perbaikan dan Penambahan Sembilan Titik Baru

Iwan Nurwanto • Kamis, 7 Mei 2026 | 20:45 WIB
DITAMBAH: Suasana kawasan Sungai Gajah Wong, Umbulharjo, Kota Jogja, Kamis (7/5/2026). DLH akan menambah sembilan unit trash barrier di sejumlah aliran sungai. GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

 
DITAMBAH: Suasana kawasan Sungai Gajah Wong, Umbulharjo, Kota Jogja, Kamis (7/5/2026). DLH akan menambah sembilan unit trash barrier di sejumlah aliran sungai. GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA 

JOGJA - Sebagian besar alat perangkap sampah sungai atau trash barrier di Kota Jogja rusak akibat tingginya debit air selama musim hujan. Saat ini hanya trash barrier di Sungai Winongo yang sudah kembali berfungsi optimal, sementara di sungai lain masih dalam tahap perbaikan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kota Jogja Very Tri Jatmiko mengatakan, sampai saat ini baru di aliran Sungai Winongo saja fungsi trash barrier yang sudah optimal.

Sementara trash barrier pada dua titik sungai lain seperti Winongo dan Gajahwong masih dalam kondisi rusak dan tengah dalam proses perbaikan.

“Hampir sebagian besar rusak dan dalam perbaikan,hari ini di Sungai Winongo ada yang yg dipasang setelah perbaikan,” ujar Very saat dikonfirmasi, Kamis  (7/5/2026).

Baca Juga: Dukungan Gelar Pahlawan Bagi Sultan HB II Terus Mengalir dari Akademisi dan Ulama: 'Pantas Diingat dan Dikenang'

Menurutnya, perbaikan trash barrier yang rusak dilakukan secara periodik setiap tiga bulan. Sebab fungsi trash barrier cukup efektif untuk menangkap sampah yang dibuang secara liar di aliran sungai.

Very mencontohkan, untuk di Sungai Code dalam waktu satu bulan bisa menangkap sedikitnya enam ton sampah. Sampah yang terperangkap kemudian diambil oleh petugas kebersihan sungai atau ulu-ulu untuk diolah.

“Jenis sampahnya beragam, ada organik dan anorganik,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Jogja Rajwan Taufiq mengungkapkan, akan menambah sembilan titik trash barrier. Sehingga nantinya ada 27 titik trash barrier yang aktif dari sebelumnya yang hanya 18 titik.

Baca Juga: Jemaah Haji asal Yogyakarta Mulai Terserang Heat Stroke, Suhu Tanah Suci Tembus 43 Derajat

Rajwan menyatakan, pemasangan trash barrier merupakan komitmen pemerintah untuk menjaga kebersihan sungai. Sekaligus memperkuat pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan.

DLH Kota Jogja juga menerjunkan 60 ulu-ulu yang setiap hari melakukan pemantauan dan pembersihan di empat sungai. Khusus untuk pembersihan trash barrier dilakukan setiap hari kerja. Kemudian pembersihan sampah secara umum dilakukan minimal dua kali dalam sepekan

“Penambahan sembilan trash barrier di titik-titik strategis pada empat sungai yang melintasi Kota Jogja. Yaitu Sungai Code, Winongo, Gajahwong, dan Manunggal,” bebernya.

Baca Juga: Hewan Kurban dari Gunungkidul Dikirim ke Luar Kota, Surplus 11 Ribu Sapi dan 26 Ribu Kambing Siap Sambut Idul Adha 2026

Rincian penambahannya untuk Sungai Code sebanyak dua titik. Lalu di Sungai Gajahwong sebanyak dua titik, Sungai Manunggal ditambah dua titik, dan Sungai Winongo dilakukan penambahan tiga titik.

Pemasangan trash barrier itu difokuskan pada tiga kawasan kota. Meliputi sisi utara yang berbatasan dengan Kabupaten Sleman, kawasan tengah kota, hingga di sisi selatan yang berbatasan dengan Kabupaten Bantul.

“Harapannya sampah dari Sleman tidak masuk ke Kota Jogja, masyarakat Kota Jogja juga tidak membuang sampah ke sungai, dan tidak ada sampah dari Kota Jogja yang mengalir ke Bantul,” jelasnya. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#rusak #Kota Jogja #perbaikan #trash barrier #sungai winongo