JOGJA - Proses pengajuan gelar pahlawan bagi Sultan Hamengku Buwono (HB) II mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Termasuk kalangan akademisi dan ulama. Mereka menilai sosok HB II cukup berjasa bagi kedaulatan bangsa Indonesia.
Akademisi UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta M Yaser Arafat mengatakan, berdasarkan hasil kajiannya HB II memiliki peran dalam mempertahankan Indonesia dari serangan penjajah. Misalnya dalam peristiwa Geger Sepehi yang terjadi pada tahun 1812.
Yaser mengungkap, HB II juga merupakan sosok pemimpin yang dikenal enggan berkompromi dengan kolonial.
Baca Juga: Jemaah Haji asal Yogyakarta Mulai Terserang Heat Stroke, Suhu Tanah Suci Tembus 43 Derajat
Bahkan karena keberaniannya menolak penjajahan, HB II juga pernah diasingkan oleh kolonial ke Penang, Malaysia. Namun tetap teguh terhadap pendiriannya.
"Beliau (HB II) dapat dikatakan sebagai seseorang yang memiliki jiwa nasionalis dan juga memiliki jiwa patriotik," ujar Yaser dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Sementara itu, Pengasuh Majelis Amburika Gus Alwi Fuadi juga memandang bahwa HB II merupakan representasi dari sosok pemimpin yang tidak goyah meskipun ditekan oleh penjajah. Menurutnya gelar pahlawan nasional bagi HB II sudah sangat pantas.
Gus Alwi pun berharap jejak perjuangan HB II bisa diabadikan lebih luas melalui pendirian museum yang memuat jejak-jejak perjuangan dan karya beliau. Supaya kiprah HB II bisa dijadikan teladan bagi generasi mendatang.
“Karakter beliau yang menolak Belanda dan Inggris adalah bukti kuat bahwa beliau pantas diingat, dikenang, dan didoakan. Ada jejak sejarah yang tidak mungkin bisa dihapus,” tegasnya.
Perwakilan Trah Sultan HB II Fajar Bagoes Poetranto menegaskan, pihaknya sampai saat ini masih berjuang mengajukan gelar pahlawan bagi leluhurnya.
Termasuk mendorong pembentukan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah sebagai tempat kelahiran HB II.
“Kami telah berproses dengan melengkapi naskah akademik, serta dokumen-dokumen sejarah lainnya. Termasuk menggelar pertemuan dengan Bupati Wonosobo,” ungkapnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita