JOGJA- Airlangga Executive Education Center (AEEC), bekerja sama dengan Center for Governance, Risk, Compliance & Competitiveness (GRCC) menggelar Konferensi Eksekutif Internal Control over Financial Reporting (ICoFR) pada 6–7 Mei 2026 di Hotel Melia Purosani Yogyakarta.
Konferensi ini berfokus pada penguatan pengendalian internal dan transparansi laporan keuangan di Indonesia, khususnya penerapan ICoFR yang efektif di sektor BUMN dan perusahaan besar.
Direktur Center for Governance, Risk, Compliance, and Competitiveness Prof. Dr. Bambang Tjahjadi, MBA, Ak, CMA, CPM, CA, mengatakan tujuan dari acara tersebut salah satunya agar aspek terpenting perusahaan yakni laporan keuangan bisa bebas dari kecurangan.
Terutama perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mempunyai kewajiban menerapkan ICoFR.
"Supaya BUMN itu naik kelas lah, tidak ada kecurangan-kecurangan di dalam pelaporan keuangannya. Itu bagian dari yang namanya Good Corporate Governance (GCG)," ujarnya saat ditemui di sela acara konferensi, Rabu (6/5).
Sebagai akademisi yang menjunjung Tridarma Perguruan Tinggi, Universitas Airlangga tergerak untuk mengumpulkan para pakar, praktisi, dan pihak perusahaan BUMN untuk berbagi pengalaman mereka dalam menerapkan ICoFR. Ada sekitar 140 direksi dan komisaris BUMN yang terlibat menjadi peserta dalam konferensi tersebut.
"Universitas Airlangga secara rutin menyelenggarakan sosialisasi, imbauan, kemudian bagaimana meningkatkan kompetensi dari personel-personel BUMN, isu-isu yang baru bagi mereka," bebernya.
Menurutnya, mayoritas masalah tata kelola keuangan di perusahaan muncul dari sisi keadilan, akuntabilitas, dan tanggung jawab yang masih kurang. Banyak kasus perusahaan yang mempunyai skor tata kelola tinggi, namun masih ditemukan praktik korupsi yang memprihatinkan.
"Itu berarti tidak ada pengendalian internal di dalam proses penyusunan laporan keuangannya, ditambah perihal integritas pegawainya," tandasnya.
Dengan tata kelola keuangan yang baik, menurutnya, perihal korupsi dan masalah lain bisa diantisipasi. Peran Universitas Airlangga berada pada tataran membantu memecahkan solusi atas permasalahan yang terjadi, khususnya dalam sektor tata kelola keuangan.
Wakil Rektor Bidang Ekosistem Entrepreneurial dan Pengembangan Bisnis Universitas Airlangga Prof. Dr. Koko Srimulyo, Drs., M.Si, menambahkan bahwa laporan keuangan yang akurat dan bebas dari salah saji material menjadi dasar dalam pengambilan keputusan strategis.
Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks, ICoFR memiliki peran vital untuk memastikan laporan keuangan yang dihasilkan dapat dipercaya oleh semua pemangku kepentingan.
“Salah saji material dalam laporan keuangan bukan hanya soal angka yang keliru, tetapi berisiko merusak kepercayaan yang telah dibangun perusahaan,” ujarnya.
ICoFR, yang menjadi topik utama dalam konferensi ini, berfungsi untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan bebas dari kesalahan material, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja.
Baca Juga: Massa Aksi May Day di Jogja Laporkan Dugaan Kekerasan oleh Orang Tak Dikenal ke Polda DIY
Salah satu elemen kunci dalam pengendalian internal ini adalah keberadaan sistem pengendalian yang terintegrasi dan berbasis pada penilaian risiko yang tepat.
Pada era digital saat ini, laporan keuangan tidak hanya harus tepat waktu, tetapi juga harus dapat dipertanggungjawabkan dan sesuai dengan standar yang berlaku. Sebab, kesalahan dalam laporan keuangan tidak hanya berdampak pada operasional perusahaan, tetapi juga dapat mempengaruhi persepsi publik dan merusak reputasi jangka panjang perusahaan.
“Pengendalian internal harus berbasis pada identifikasi dan mitigasi risiko secara sistematis dan menyeluruh. Ini adalah investasi jangka panjang yang akan menjaga keberlanjutan organisasi, dan bukan hanya sekadar kewajiban regulasi,” imbuhnya. (Oso)
agung
Editor : Bahana.