Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Warga Ungkap Tawuran di Jalan Tunjung Umbulharjo Jogja Sudah seperti  Event Tahunan

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 5 Mei 2026 | 21:14 WIB
DIJAGA: Situasi di Jalan Tunjung, Umbulharjo, Jogja usai peristiwa tawuran antarpelajar,  Selasa (5/5). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA
DIJAGA: Situasi di Jalan Tunjung, Umbulharjo, Jogja usai peristiwa tawuran antarpelajar,  Selasa (5/5). IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA

 

JOGJA - Peristiwa tawuran antarpelajar yang terjadi di kawasan Stadion Mandala Krida, Selasa (5/5) sempat menggegerkan warga.

Namun di balik itu, terungkap fakta bahwa ruas jalan tersebut memang menjadi zona merah bentrokan sesama pelajar.

Hal itu diungkapkan Wasini. Wanita 67 tahun ini bahkan menganggap tawuran antarpelajar di ruas Jalan Tunjung sudah seperti event tahunan.

Dia mengingat dalam setahun sedikitnya sudah lebih dari 10 peristiwa bentrok yang terjadi di lokasi itu. 

Baca Juga: Korban Keracunan Pamitan Haji di Sleman Capai 69 Orang, Penyebab Diduga dari Sambal Krecek Rempela Ati, Dinkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Kondisi itu, kata Wasini, memang membuat warga khawatir. Lantaran bisa saja usaha-usaha seperti angkringan dan toko kelontong di sekitar lokasi bisa mendapatkan dampak. 

Misalnya terkena lemparan batu.

Pemilik warung kupat tahu dan lotek di tepat di depan pintu masuk Wisma PSIM Jogja itu menilai gesekan antarpelajar sering terjadi saat momen kelulusan.

 Perselisihannya juga selalu melibatkan para siswa di sekolah swasta di Jalan Tunjung dengan sekolah lain.

Sepengetahuannya, siswa di sekolah itu memiliki musuh dengan salah satu sekolah di Kemantren Jetis, Kota Jogja. 

"Setahu saya, tawurannya pasti dengan sekolah itu saja,” ungkap Wasini  kepada Radar Jogja.

Terkait bentrokan yang terjadi Selasa (5/5), dia menyebut peristiwa itu bermula ketika ada segerombolan pelajar dengan jumlah 25-30 kendaraan menantang para siswa di depan sekolah sekitar pukul 10.00.

Lantaran bertepatan waktu istirahat, puluhan siswa dari sekolah sekitar lokasi kejadian kemudian melakukan  perlawanan.

Naas, salah satu kendaraan yang dikendarai dua pelajar dari segerombolan pelajar terjatuh, karena ditarik lawannya.

Baca Juga: Satpol PP Bantul Lakukan Penelusuran terhadap Anak Yang Diajak Mengemis di Ring Road Ketandan

Dua pelajar itu kemudian menjadi bulan-bulanan. Termasuk kendaraannya juga dirusak.

Wasini mengungkapkan, pelajar yang menjadi amukan pelajar sempat dilindungi oleh guru dan petugas polisi yang berada dalam lokasi sebelum diamankan.

 Keduanya diketahui mengalami luka-luka cukup parah karena mendapat pukulan bertubi-tubi.

"Setahu saya tadi diamankan, lalu dibawa ke rumah sakit,” bebernya.

Baca Juga: Ikan Mati di Sungai Belik, Pleret Diduga Akibat Kekurangan Oksigen dari Limbah Detergen

Sementara itu, Penjabat Sementara Kasi Humas Polresta Jogja Iptu Dani Hasan mengungkapkan, peristiwa bentrokan itu bermula ketika ada pelemparan batu dari rombongan pelajar.

Rombongan itu sempat berusaha masuk ke dalam sekolah, namun pintu gerbang dalam kondisi tertutup.

Rombongan yang belum diketahui asal sekolahnya itu lalu melakukan penyerangan terhadap siswa yang berada di depan sekolah. 

Namun, dua orang dari rombongan pelajar itu tertinggal dan kini sudah diamankan aparat kepolisian. 

Baca Juga: Sleman Masih Kekurangan 13.320 Ekor Sapi dan Domba untuk Kurban, Hanya Kambing yang Surplus 

Saat ini para pelajar yang diamankan masih dilakukan pemeriksaan. "Yang diamankan dua orang, satu pengendara dan satu pembonceng,” beber Dani.  (inu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#tawuran #Stadion Mandala Krida Jogja #Polresta Jogja