JOGJA - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja menyiapkan program gerakan pangan murah yang digelar mulai tanggal 12 Mei hingga November 2026 mendatang. Program tersebut bertujuan untuk menjaga stabilitas komoditas pangan.
Kepala Bidang Pangan DPP Kota Jogja Ashardini Eka Setianingsih mengatakan, dalam kondisi tertentu harga komoditas bahan bisa mengalami fluktuasi harga. Oleh karena itu upaya menjaga stabilitas harga dan pasokan perlu dilakukan sedini mungkin.
Gerakan pangan murah bakal menyasar 14 kemantren di Kota Jogja. Komoditas yang dijual meliputi beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, bawang putih, cabai serta komoditas lain yang mungkin dibutuhkan oleh masyarakat.
“Kami hadir untuk menjaga stabilitas pasokan dan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih murah dari harga pasar,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Ashardini menjelaskan, gerakan pangan murah di Kota Jogja akan melibatkan lintas sektor. Seperti distributor, pemerintah, produsen, hingga pelaku usaha pangan. Setiap komoditas yang dijual nantinya akan mendapatkan subsidi sebesar Rp 2.000 dengan pelaksanaan pasar murah dua kali dalam sebulan di titik yang berbeda.
Dia berharap, program tersebut dapat memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendukung pengendalian inflasi. Sekaligus menyiapkan pijakan yang lebih kuat untuk ketahanan pangan secara berkelanjutan.
“Program ini diprioritaskan bagi warga ber-KTP Jogja di masing-masing kemantren,” bebernya.
Baca Juga: Ketua Dewan Pers: Publik Akan Kembali Cari Informasi Bermutu daripada Konten Emosional Medsos
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kanwil Jogjakarta Dedi Aprilyadi mengungkap stok cadangan beras di DIJ tergolong cukup aman. Dari total kapasitas gudang sebesar 285 ribu ton sudah tercapai pengadaan 146 ribu ton.
Menurut Dedi, capaian tersebut menunjukkan progres yang sangat baik dalam mendukung penguatan stok nasional. Sehingga ketahanan pangan bisa tetap terwujud.
“Dengan kondisi gudang yang terisi dan serapan yang terus berjalan, kami optimistis target pengadaan (196 ribu ton) dapat tercapai,” katanya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita