Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Sultan HB X Isyaratkan Bakal Mengundurkan Diri; saat Jelaskan Makna Hamemayu Hayuning Bawana Bagian dari PKJ

Agung Dwi Prakoso • Senin, 4 Mei 2026 | 22:09 WIB
KHAS JOGJA: Sejumlah pelajar berbusana tradisional gagrak Ngayogyakarta menyambut Gubernur DIJ Hamengku Buwono X saat tiba di SMA Negeri 6 Kota Jogja untuk meluncurkan program Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ), kemarin (4/5). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)
KHAS JOGJA: Sejumlah pelajar berbusana tradisional gagrak Ngayogyakarta menyambut Gubernur DIJ Hamengku Buwono X saat tiba di SMA Negeri 6 Kota Jogja untuk meluncurkan program Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ), kemarin (4/5). (Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja)

 

JOGJA - Suksesi gubernur DIJ masih 2027 mendatang. Namun Sultan Hamengku Buwono (HB) X mengisyaratkan tak ingin terus menjabat sebagai gubernur. Bakal mundur. Isyarat itu disampaikan di sela menjelaskan makna Hamemayu Hayuning Bawana, warisan dari leluhurnya Sultan HB I untuk diajarkan dalam Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ).

Rencananya, PKJ diajarkan dari SD, SMP, hingga SMA serta masyarakat umum.  HB X ingin  PKJ itu bisa tuntas dilakukan saat dirinya masih menjadi kepala daerah. Ini karena seiring dengan bertambah usianya. Seperti diketahui pada 2 April  lalu, HB X genap 80 tahun. Ini didasarkan perhitungan kalender Masehi.

“Harus kita selesaikan karena semakin tua, harapan saya hal-hal seperti itu sebelum saya mengundurkan diri, sudah selesai,” ucap HB X di depan peserta rapat Koordinasi Pengendalian (Rakordal) Triwulan I 2026 di Gedhong Pracimasana Kompleks Kepatihan Jogja, pada Kamis (30/4).

Baca Juga: PSS Sleman Berpotensi Promosi ke Liga 1, HB X Soroti Pola Rekrutmen Pemain hingga Rivalitas dengan PSIM Jogja

Tidak ada penjelasan lebih lanjut dari kalimat “sebelum saya mengundurkan diri” tersebut. Sekprov DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti yang saat itu duduk mendampingi HB X tak tahu maksud dari pernyataan tersebut.

Dia mengaku hanya diajak dialog atasannya seputar PKJ. Tak ada diskusi di luar itu.  “Kalau masalah PKJ iya, yang lainnya tidak ada,” ucap Ni Made saat dihubungi kemarin (4/5).

PKJ telah diluncurkan secara resmi oleh Gubernur DIJ HB X di SMAN 6 Jogja, kemarin (4/5). Sebelum peresmian itu, raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini menceritakan, PKJ membutuhkan persiapan selama delapan tahun. Berbagai diskusi melibatkan sejumlah pihak dilakukan secara intensif. Di antaranya, dengan budayawan-budayawan.

HB X menceritakan hamemayu hayuning bawana merupakan wewarah dari leluhurnya HB I. Dia berupaya menerjemahkan makna di balik ajaran luhur tersebut. HB X merasa punya kewajiban memaknai keselamatan alam karena kebijakan manusia. “Jangan pernah merusak alam,” ingatnya.

Makna lain yang diterjemahkan adalah sifat-sifat utama ksatria untuk utuhnya bangsa dan negara. Selanjutnya, kemanusiaan untuk keselamatan manusia. Dengan masuk PKJ maka menjadi tambahan mata pelajaran lokal. Materi  disampaikan ke siswa bukan dalam bentuk kalimat. Diakui, model itu memang tidak mudah.

Implementasi PKJ nantinya berupa animasi, cerita pendek, dan film yang mudah dipahami anak-anak. “Sifat-sifat utama yang mengajarkan soal lingkungan dan tata krama,” terang ayah lima putri ini.

Dengan diajarkan dalam PKJ diharapkan akan menjadi perilaku. HB X kembali mengulang makna keselamatan alam yang dimungkinkan dengan kebijakan manusia. Pesan-pesan itu sejak beberapa waktu lalu telah diselipkan melalui beksan atau tari yang diciptakan HB X. Sejumlah beksan karya HB X, antara lain, Bedaya Sang Amawabhumi, Beksan Ajisaka, dan Beksan  Punggawan.

Baca Juga: Pemprov Terbitkan Ingub terkait Pemetaan Daycare di Jogjakarta, HB X Minta SOP Diperketat

Ke depan, gubernur menegaskan komitmennya untuk terus konsen dengan isu hamemayu hayuning bawana. Ini selaras dengan maknanya memperindah keindahan dunia. Atau mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan keselamatan dunia. Prinsip ini menekankan kewajiban manusia menjaga kelestarian alam, menciptakan kedamaian, serta membangun lingkungan hidup.

Di sisi lain, rakordal  bertema “Investasi yang Berkelanjutan di Kawasan Selatan” ini menghadirkan narasumber Deputi Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal Ichsan Zulkarnaen serta Guru Besar Manajemen Kebencanaan Geologi UPN Veteran Jogja Eko Teguh Paripurno.

Di samping kepala OPD di lingkungan Pemprov DIJ,  rakordal juga dihadiri bupati/wali kota se-DIJ. Saat memberikan penjelaskan soal Hamemayu Hayuning Bawana dan PKJ,  selain Sekprov DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti, terlihat duduk di dekat HB X adalah Ketua DPRD DIJ Nuryadi. (oso/kus/laz) 

Editor : Herpri Kartun
#Hamemayu Hayuning Bawana #mengundurkan diri #Hamengku Buwono X #Suksesi Gubernur