Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemulihan Anak Korban Daycare Little Aresha Butuh Waktu Setengah Tahun, Begini Penjelasan Dinkes Kota Jogja

Iwan Nurwanto • Senin, 4 Mei 2026 | 20:28 WIB
Suasana gedung daycare Little Aresha yang beralamat di Jalan Pakel Baru Utara, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja pada Selasa (28/4/2026). Bangunan tersebut muncul penuh coretan kecaman. (iwan nurwanto/Radar Jogja)
Suasana gedung daycare Little Aresha yang beralamat di Jalan Pakel Baru Utara, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Jogja pada Selasa (28/4/2026). Bangunan tersebut muncul penuh coretan kecaman. (iwan nurwanto/Radar Jogja)

JOGJA  - Proses pemulihan kondisi balita korban dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha diperkirakan tidak singkat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja memprediksi, pemulihan bisa memakan waktu hingga enam bulan, tergantung tingkat keparahan yang dialami masing-masing anak.

Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan, sejauh ini sebanyak 131 anak telah diperiksa. Di antara 17 anak mengalami gangguan gizi. Sementara 13 anak mengalami gangguan perkembangan.

Emma menjelaskan, untuk gangguan gizi yang diderita anak korban daycare meliputi kekurangan nutrisi dan tubuh pendek. Sementara untuk anak yang mengalami gangguan perkembangan terindikasi menderita hiperaktif, autisme, hingga keterlambatan berbicara.

Baca Juga: Kasus Pemukulan Pelari Jogja 10K Diselesaikan Secara Kekeluargaan, Proses Hukum Tidak Berlanjut

“Namun, ini masih diagnosa sementara yang perlu diverifikasi dan diperiksa lebih detail lagi,” ujar Emma saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon, kemarin (4/5).

Emma memastikan, pemeriksaan terhadap korban Daycare Little Aresha tidak hanya sebatas pada balita yang ditemukan saat penggerebekan. Namun juga para alumni. Terlebih Little Aresha sudah beroperasi bertahun-tahun.

Dalam proses pemeriksaan dan penanganan anak-anak korban daycare, instansi ini juga melibatkan lintas tenaga kesehatan. Meliputi bidan, ahli gizi, hingga psikolog klinis dari enam puskesmas.

“Jika memang diperlukan penanganan lebih lanjut yang tidak bisa dilakukan di puskesmas, maka akan kami rujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi," jelasnya.

Baca Juga: Bupati Sleman Harda Kiswaya Berharap Derby DIY Dapat Mempererat Suporter PSS Sleman dan PSIM Jogja

Terkait dengan periode penyembuhan, Emma mengungkap proses tumbuh kembang tidak bisa disembuhkan secara instan. Setiap anak membutuhkan waktu yang berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahan gangguan yang dialami.

“Paling tidak dalam enam bulan akan kami evaluasi lagi perkembangannya. Ada yang mungkin ringan sehingga tiga bulan cukup, tapi semua tergantung kondisi masing-masing anak,” bebernya.

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, pemulihan kondisi anak korban daycare menjadi prioritas utama. Sehingga tenaga profesional pun dilibatkan untuk melakukan pendampingan.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Citrosono Grabag Magelang, Belasan Rumah Terdampak dan Motor Warga Hanyut

Politisi berlatar belakang dokter itu mengakui, penelusuran dampak kekerasan pada anak tidak bisa dilakukan secara instan. Terutama untuk anak yang belum mampu berkomunikasi dengan baik. 

Sehingga pendekatan psikologis melalui wawancara mendalam menjadi langkah utama. Agar kondisi anak sebelum dan sesudah berada di daycare sebelumnya bisa diidentifikasi.

“Pendampingan ini penting karena tidak semua dampak bisa langsung terlihat secara medis,” kata Hasto. (inu/wia)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Daycare Little Aresha #pemulihan korban #gangguan gizi #perkembangan anak #Dinkes Kota Jogja