JOGJA - Libur panjang pekan ini mampu mendongkrak okupansi hotel di DIY. Selain itu, berbagai macam event wisata juga diakui mampu menambah jumlah wisatawan dari luar daerah.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan libur panjang pekan ini rata-rata okupansi hotel di DIY meningkat menjadi 70 persen. Paling tinggi merupakan hotel yang berada di Kota Jogja dan Kabupaten Sleman yakni 85 persen.
"Area tengah (Malioboro, Red) bisa 96 persen," ujarnya saat dikonfirmasi Minggu (3/5).
Dari data tersebut, disebut ada peningkatan sekitar 25 hingga 35 persen dibandingkan dengan hari biasanya. Kemudian, rata-rata lama tinggal wisatawan masih berkutat di angka dua hari.
"Mayoritas wisatawan yang mendominasi masih DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Tapi ada juga dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan daerah lainnya," bebernya.
Menurutnya, event pariwisata seperti sport tourism masih berpengaruh pada peningkatan okupansi hotel di DIY. Hal itu karena event sport tourism tengah naik daun. Selanjutnya, event kesenian seperti Artjog hingga Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) juga menarik minat wisatawan mancanegara.
"Event yang berskala nasional itu akan mendongkrak PAD (pendapatan asli daerah), dari sisi okupansi baik itu hotel maupun restoran anggota PHRI, UMKM, hingga pemasok-pemasok juga merasa senang karena tamunya banyak," paparnya.
Baca Juga: Kalahkan Persiku Kudus, Persipura Jayapura Akan Tantang Adhyaksa FC di Playoff Promosi
Ia juga mendorong agar penyelenggaraan event pariwisata menggandeng pelaku industri wisata di berbagai destinasi di DIY. Peserta diharapkan dapat betah berlibur di DIY sehingga memperpanjang lama tinggal. "Jadi misalnya bapak dan ibunya ikut lari, anaknya bersama kakeknya bisa berwisata. Harus ada terobosan-terobosan semacam itu, sehingga lama tinggalnya juga meningkat," jelasnya. (oso/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita