JOGJA - Gangguan satwa liar masih menjadi ancaman keamanan bagi masyarakat perkotaan. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Jogja pun mencatat, ada 214 satwa selama awal tahun 2026. Evakuasi paling banyak pada jenis tawon vespa dan ular.
Kepala Dinas Damkarmat Kota Jogja Taokhid mengatakan, pada periode Januari hingga Maret evakuasi tawon vespa mencapai 132 kasus. Kemudian disusul evakuasi ular dengan 52 kasus, kucing 11 kasus, dan satwa lain seperti biawak sebanyak 19 kasus.
Baca Juga: Dipastikan Bertemu PSS Sleman Dalam Perebutan Juara, Pembina Garudayaksa FC,: Final Idaman!
Taokhid mengungkapkan, jenis satwa tawon vespa dan ular memang wajib menjadi perhatian. Terlebih di tengah musim penghujan. Lantaran karakteristik dua jenis hewan tersebut akan mencari tempat perlindungan di pemukiman jika sarangnya terendam air.
Kehadiran dua jenis hewan tersebut juga berbahaya. Misalnya jika tawon vespa menyengat manusia dengan jumlah besar bisa berujung pada kematian karena dapat mengakibatkan alergi parah. Kemudian ular jenis berbisa pun dapat membahayakan nyawa kendati jarang ditemukan.
Baca Juga: Stadion Maguwoharjo Akan Menjadi Venue Final Pegadaian Championship PSS Sleman vs Garudayaksa
“Biasanya yang umum masuk ke pemukiman itu jenis python seperti sowo kembang atau ular pemakan tikus. Kalau jenis berbahaya seperti kobra ada, tapi agak jarang,” beber Taokhid saat dikonfirmasi Minggu (3/5).
Mengingat kasus temuan satwa liar di pemukiman cukup tinggi, mantan Camat Tegalrejo itu mengaku sudah rutin melaksanakan edukasi kepada masyarakat. Program tersebut dinilai penting supaya masyarakat bisa memahami tindakan jika menemui satwa liar di tempat tinggalnya. Termasuk apabila menemukan satwa liar yang masuk kategori dilindungi karena membutuhkan penanganan berbeda.
“Edukasi ini penting agar masyarakat tidak panik dan tidak salah dalam mengambil tindakan,” tegas Taokhid. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita