Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ketua Komisi D DPRD DIY Rb. Dwi Wahyu Budiantoro Raih Doktor Manajemen Pendidikan dari UNY, Tawarkan Model Kurikulum SMK Berbasis Budaya Lokal

Kusno S Utomo • Jumat, 1 Mei 2026 | 21:14 WIB
Ketua Komisi D DPRD DIJ Rb Dwi Wahyu Budiantoro. (Istimewa)
Ketua Komisi D DPRD DIJ Rb Dwi Wahyu Budiantoro. (Istimewa)

JOGJA - Sepekan menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026, Ketua Komisi D DPRD DIY Rb Dwi Wahyu Budiantoro berhasil meraih gelar doktor manajemen pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Dwi mengajukan disertasi Model Manajemen Kurikulum Berbasis Link and Match Wisata Budaya Daerah Istimewa Yogyakarta di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Ini sebagai terobosan dan solusi bagi lulusan SMK yang tidak terserap di industri besar seperti perhotelan, travel, dan lainnya.

“Sekaligus sebagai upaya memaksimalkan peran kelembagaan atau komunitas wisata budaya di kalurahan/kelurahan se-DIY,” ujar Dwi, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga: Pertaruhan Nasib PSS Sleman, Wajib Meraih Tiga Poin untuk Lolos Otomatis ke Super League Musim Depan

Bagi Dwi masalah pendidikan menjadi bagian dari kesehariannya di parlemen. Sekadar diketahui Komisi D merupakan alat kelengkapan dewan provinsi yang menangani  kesejahteraan rakyat.

Salah satunya soal pendidikan. Komisi D bermitra dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY yang membawahkan SMK/SMA dan SLB se-DIY.

Pria yang tinggal di Gedongan, Kotagede, Jogja, itu juga berlatar belakang disiplin ilmu pendidikan.

Dwi menamatkan S1 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sarjana Wiyata (UST).

Demikian pula gelar magister pendidikan diraih di kampus yang sama.

Dengan demikian, sejak sarjana, S2, hingga meraih doktor,  ilmu yang ditekuni bersifat linier. Semuanya di bidang pendidikan.

Kembali ke disertasi, Dwi mengusung konsep adaptif sebagai dasar utama kurikulum  melalui lima  tahapan.

Pertama, perencanan yang bersifat bottom up. Mengedepankan sisi soft skill siswa. Kedua, pengorganisasian yang melibatkan pemangku kepentingan kalurahan/kelurahan.

Ketiga, impelementasi dengan mengedepankan projek base learning. Keempat, supervisi ditandai adanya guru pendamping di kalurahan/kelurahan.

 Kelima, evaluasi yang bersifat umpan balik serta komprehensif.

Selanjutnya, segmentasi kurikulum pada empat jurusan SMK berbasis wisata budaya.

Baca Juga: Razzi Taruna Mundur dari PSIM Jogja, Liana Tasno Sebut Tak Ada Persoalan di Internal Tim

Jurusan perhotelan diarahkan ke pengelolaan homestay. Jurusan tata boga diarahkan pada pengelolaan warung tradisional.

Jurusan tata busana diarahkan pada pengelolaan dan penciptaan pakaian adat untuk event di DIY. 

Kemudian jurusan perjalanan wisata diarahkan pada pengelolaan kelompok sadar wisata atau pokdarwis.

“Konsep kurikulum ini merupakan rangkaian model yang diharapkan disinergikan dengan berbagai kebijakan yang relevan agar berorientasi pada upaya kesejahteraan masyarakat,” terang Dwi.

Gagasan Dwi itu juga akan dikolaborasikan dengan sejumlah regulasi. Di antaranya, dengan menyempurnakan peraturan daerah (perda) maupun peraturan gubernur (pergub) yang relevan.

“Kami juga akan merumuskan perda baru tentang kolaborasi kurikulum berbasis keistimewaan beserta turunannya,” lanjut dia. 

Di samping terobosan, model yang dia tawarkan itu menjadi momentum kurikulum harus sesuai dengan identitas budaya dan potensi lokal.

Kalurahan/kelurahan memiliki peluang yang harus didorong sebagai entitas penting dalam mendorong pemberdayaan.

“Tentu harus melibatkan SMK khususnya bidang wisata budaya) sebagai mitra strategis untuk mewujudkannya,” tandas Dwi.

Baca Juga: Wisuda Berbalut Duka, Lusi Kristiana Raih Sarjana dari Unimma Magelang Diwakili Keluarga; Skripsi Tuntas, Mimpi Nyaris Dirayakan 

Saat menjalani ujian terbuka itu, sejumlah kolega Dwi tampak ikut menyaksikan. Salah satunya, Ketua DPRD DIY Nuryadi.

Dia berharap dengan promosi doktor itu semakin menguatkan kapasitas SDM di lingkungan legislatif.

Memiliki peran penting mendukung perumusan kebijakan publik berbasis pengetahuan. Keilmuan yang diperoleh Dwi diharapkan memperkaya perspektif dalam pengambilan keputusan.

Dengan begitu, kebijakan yang dihasilkan semakin solutif dan inovatif. “Berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,”  ucapnya. 

Selain Nuryadi, beberapa sejawat Dwi yang hadir, antara lain, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo, Ketua Komisi A Eko Suwanto dan Ketua Komisi B DPRD DIY Andriana Wulandari.

Tampak pula wakil ketua serta sekretaris Komisi D Anton Prabu Semendawai dan Muhammad Syafi’i. Lalu Anggota Komisi B DPRD DIY Yan Kurnia Kustanto dan kerabat Keraton Jogja KPH Purbodiningrat.

Dari Pemprov DIY terlihat Kepala Biro Kesejahtraan Rakyat Faishol Muslim.

Promosi doktor dilalui Dwi dalam sidang terbuka di Gedung Moh Amin Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UNY pada Senin (27/4/2026).

Baca Juga: Laga Pamungkas PSS Sleman VS PSIS Semarang, BCS  dan Slemania Ingatkan Seluruh Anggotanya agar Tetap Kondusif 

Dipimpin Ketua Penguji Prof Dr Sumaryanto, M.Kes sekaligus rektor UNY,  sekretaris penguji Dr Setya Raharja, M.Pd, dan  penguji dua Prof Dr Nurtanio Agus Purwanto, M.Pd. Sedangkan Prof Dr Lantip Diat Prasojo, ST, M.Pd dan Prof Dr Lia Yuliana, S.Pd., M.Pd bertindak sebagai promotor.

Hasil dari ujian  terbuka itu, Dwi berhasil meraih predikat cumlaude. (kus/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#universitas negeri yogyakarta #Rb Dwi Wahyu Budiantoro #hari pendidikan nasional #Sekolah Menengah Kejuruan #Ketua Komisi D DPRD DIY