Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jelang Mayday, Aparat dan Elemen Masyarakat Kemantren Gedongtengen Perketat Pengamanan Kawasan Malioboro Jogja 

Iwan Nurwanto • Kamis, 30 April 2026 | 08:36 WIB
Apel lintas sektoral dilaksanakan di halaman Kantor Kemantren Gedongtengen, Kota Jogja, Kamis (30/4/2026). (Dok. Kemantren Gedongtengen) 
Apel lintas sektoral dilaksanakan di halaman Kantor Kemantren Gedongtengen, Kota Jogja, Kamis (30/4/2026). (Dok. Kemantren Gedongtengen) 

JOGJA - Menjelang peringatan Hari Buruh (May Day) yang jatuh setiap tanggal 1 Mei sejumlah pihak mulai memperkuat pengamanan. Misalnya Forum Komunikasi Pimpinan Kemantren (Forkopimtren) Gedongtengen dengan pelaksanaan apel pada Rabu (29/4/2026) sore kemarin.

Kapolsek Gedongtengen AKP Yuliyanto mengatakan, apel lintas sektoral tersebut bertujuan untuk mewujudkan ketertiban di masyarakat. Kegiatan mengusung tema Sinergi Lintas Sektoral Menuju Gedongtengen Aman, Tertib, dan Berbudaya dalam Bingkai Sumbu Filosofi Malioboro.

Yuliyanto menjelaskan, wilayahnya berada di kawasan sumbu filosofi yang merupakan pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata. Sehingga patroli terpadu dan peningkatan koordinasi keamanan bakal dilakukan. Guna mengantisipasi gangguan ketertiban seperti demonstrasi anarkis.

“Kawasan ini memiliki nilai penting sehingga perlu dijaga secara bersama-sama,” ujar perwira polisi dengan tiga balok emas di pundak itu di sela apel.

Baca Juga: Berbenah, Pengda Pordasi Equestrian DIY Patok Target Dua Emas di PON 2028 

Mantri Pamong Praja Kemantren Gedongtengen Pargiyat membeberkan, dalam apel lintas sektor tersebut ada 15 unsur yang terlibat. Meliputi lembaga kemasyarakatan, ketua kampung, pengurus RT/RW, kelurahan, petugas linmas, Kampung Tangguh Bencana. Kemudian juga tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi lintas agama dan suku.

Pargiyat menegaskan, sumbu filosofi khususnya kawasan Malioboro memang menjadi perhatian khusus karena memiliki posisi strategis sebagai titik kepadatan wisatawan. Dia menilai kondusifitas kawasan tersebut perlu dijaga agar iklim pariwisata tetap hidup.

“Jika sektor pariwisata akan tumbuh, dampaknya meningkatkan pendapatan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” bebernya.

Sementara Danramil Gedongtengen Kapten Inf Aluwar menilai Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia. Sehingga kondusifitas harus dijaga bersama agar tetap aman dan damai.

Baca Juga: Perayaan May Day Momentum Refleksi Kolektif dan Bukti Keberpihakan Negara pada Buruh

“Kegiatan seperti wajib didukung karena dapat menjaga stabilitas keamanan wilayah,” tegasnya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Antisipasi rusuh #demo buruh #Kota Jogja #may day #Kemantren Gedongtengen