Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dalami Penggunaan CTM Terhadap Balita Korban Daycare Little Aresha, Pemkot Jogja Gunakan Pendekatan Psikologis 

Iwan Nurwanto • Rabu, 29 April 2026 | 15:28 WIB
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat ditemui di sela pemantauan daycare Pelangi Anak Negeri, Rabu (29/4/2026). (IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo saat ditemui di sela pemantauan daycare Pelangi Anak Negeri, Rabu (29/4/2026). (IWAN NURWANTO/RADAR JOGJA)

 

JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja bakal menindaklanjuti dugaan penggunaan obat tidur berjenis Chlorpheniramine Maleate (CTM) terhadap balita korban daycare Little Aresha.

Upaya yang dilakukan dengan pendekatan psikologis.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, pendekatan psikologis merupakan salah satu cara yang paling mungkin bisa dilakukan.

Baca Juga: Jadi Percontohan Nasional, Jateng Dinilai Paling Progresif Terapkan Ekosistem Halal

Lantaran CTM merupakan jenis obat yang mudah larut dalam waktu delapan jam.

Sehingga tidak mudah jika pembuktiannya dilakukan secara biologis.

“Saya kira pendekatan bisa lewat psikolog apakah anak ini ada tanda-tanda, misalkan dia harus dengan obat tertentu atau adiksi,” ujar Hasto di sela pemantauan daycare di Pelangi Anak Negeri, Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Rabu (29/4/2026).

Baca Juga: Persik Kediri vs Borneo FC, Momen Pesut Etam Kudeta Puncak Klasemen

Menurutnya, berdasarkan pendataan awal ada sejumlah anak yang membutuhkan penanganan khusus.

Misalnya yang dititipkan di Daycare Pelangi Anak Negeri ada tujuh balita.

Lima di antaranya mengalami gangguan seperti autis, down syndrom, serta hiperaktif.

Hasto menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan sebanyak 15 daycare sebagai tampungan bagi 103 balita korban daycare Little Aresha.

Baca Juga: DPRD Kulon Progo Soroti Dugaan Pungli Lurah Garongan Kulon Progo, Tegaskan Tak Ada Istilah Tanda Tresno dalam Pelayanan

Dia memastikan pemkot juga akan menanggung biaya selama tiga bulan kedepan guna meringankan beban psikologis orang tua korban.

“Biar orang tuanya yang juga mengalami tekanan secara psikis agak terbebas dari pemikiran masalah biaya. Kemudian juga kita hadirkan psikolog,” terang Hasto.

Sementara itu, Pembina Daycare Pelangi Anak Negeri Sri Utami Purwaningsih mengungkapkan ada tiga balita yang mengalami ketakutan untuk masuk kedalam ruangan.

Mereka diduga mengalami trauma akibat perlakuan selama di daycare Little Aresha.

Baca Juga: Prediksi Al Nassr vs Al Ahli Saudi Pro League Kamis 30 April 2026, Upaya Ronaldo Cs Selangkah Lebih Dekat Raih Gelar Juara

Utami menyampaikan, bahwa lembaga penitipan anak miliknya menerima tujuh anak korban daycare Little Aresha.

Empat di antaranya merupakan anak berkebutuhan khusus, kemudian ada satu balita, dan satu anak reguler.

Dia memastikan bahwa pihaknya akan memberi perlakuan khusus bagi anak-anak korban daycare Little Aresha yang sudah dititipkan.

 Bahkan satu anak nantinya akan ditangani oleh dua guru agar kebutuhan anak bisa dipenuhi.

“Kalau perlakuan khusus iya, karena mereka baru bisa melepaskan diri dan merasa bebas. Sehingga kami harus ekstra,” terang Utami. (inu)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Daycare Little Aresha #Penggunaan CTM #Balita Korban Daycare Little Aresha #Pemkot Jogja #Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo