JOGJA - Bangunan Daycare Little Aresha di Pakel Baru, Umbulharjo, Kota Jogja menjadi sasaran aksi vandalisme berupa coretan bernada kecaman. Pantauan Radar Jogja di lokasi, sejumlah coretan memenuhi bangunan penitipan anak itu.
Misalnya di pintu garasi, ada coretan hitam bertuliskan "As* dan Tidak Ada Rasa Kemanusiaan". Kemudian di tembok sisi utara ada coretan bertuliskan "Anak Jadi Korban". Pada pintu masuk, juga banyak coretan bertuliskan As*.
Sementara di sisi selatan yang terparkir dua unit motor, tampak ada cipratan cat berwarna hitam. Meskipun begitu, untuk garis polisi masih utuh. Baik di gerbang sisi utara maupun sisi selatan.
Baca Juga: Gubernur HB X Instruksikan Tutup Daycare Ilegal yang Masih Beroperasi di Jogjakarta
Pihak Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, pun angkat bicara terkait aksi vandalisme bangunan Daycare Little Aresha. Pemangku wilayah setempat belum mengetahui secara pasti pelakunya.
Lurah Sorosutan Muhammad Zulazmi mengatakan, pihaknya menerima informasi terkait insiden pencoretan bangunan daycare dari aparat setempat pada siang hari. Berdasarkan hasil komunikasi itu, diduga peristiwa pencoretan dilakukan pada waktu malam atau dini hari.
Namun untuk pelaku, sampai saat ini belum diketahui. "Bhabinkamtibmas Sorosutan menyampaikan tidak ada info terkait pelaku dan tidak ada CCTV di sekitar yang bisa merekam,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/4).
Dia menyatakan pihak kelurahan juga belum mendapatkan informasi dari warga sekitar di lokasi bangunan daycare. Lantaran tidak ada yang mengetahui peristiwa vandalisme di tempat penitipan anak tersebut.
Sebagai upaya antisipasi tindakan yang tidak diinginkan, Zulasmi memastikan kelurahan sudah berkoordinasi dengan pemangku wilayah di sekitar bangunan daycare seperti RT dan RW untuk melakukan pengawasan.
Apabila ada hal-hal yang mencurigakan nantinya pemangku wilayah akan melapor kepada kelurahan atau kepolisian. Menurutnya Kelurahan Sorosutan juga telah menindaklanjuti arahan dari wali kota untuk mendata setiap daycare. Hasilnya seluruh daycare yang ada di Sorosutan sudah berizin.
"Kalau kewenangan perizinan itu memang ada di dinas pendidikan, mereka yang punya datanya. Namun dari laporan pemantauan mandiri yang dikumpulkan melalui RW kemarin, alhamdulillah daycare yang ada di wilayah kami semuanya sudah berizin," jelasnya.
Wali Kota: Jangan Main Hakim Sendiri
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo meminta masyarakat maupun korban untuk tidak main hakim sendiri. "Saya bisa memahami emosi dari orang tua maupun masyarakat. Kami mohon untuk bersabar, toh keadilan sudah diupayakan sebaik-baiknya dan ditegakkan," ujarnya saat ditemui di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG), Selasa (28/4).
Ia mengajak masyarakat untuk mempercayakan kasus ini kepada pihak berwajib. Sebagai masyarakat tugasnya cukup mengawal tanpa ada aksi anarkisme. "Jangan main hakim sendiri, supaya tidak muncul masalah baru," bebernya.
Atas kejadian itu, ia berencana memperketat pengawasan di Gedung Day Care Little Aresha dengan mengerahkan personel Satpol PP Kota Jogja. Hal itu agar tidak terjadi kejadian yang sama dan aktivitas anarkis lainnya. (inu/oso/laz)
Editor : Herpri Kartun