JOGJA - Gubernur DIJ Hamengku Buwono (HB) X memberikan tanggapan terkait kasus kekerasan yang menimpa 53 balita di tempat penitipan anak (Daycare) Little Aresha, Pakel Baru, Umbulharjo, Kota Jogja. Ia berencana melakukan pertemuan dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) DIJ Erlina Hidayati Sumardi, Selasa (28/4/2026).
"Saya ingin mendengar laporan dari dia besok sekitar pukul 09.00," ujarnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan Jogja, Senin (27/4). Ia turut prihatin dengan adanya kasus itu. Terlebih kasusnya terjadi di Jogjakarta yang merupakan daerah yang terkenal menjunjung tinggi keharmonisan dan anti kekerasan. "Karena Jogja itu tidak senang dengan kekerasan," tuturnya.
Polresta Jogja hingga kini telah menetapkan 13 tersangka dalam kasus ini. HB X heran dengan kekerasan yang terjadi dan belum mengetahui secara spesifik motif apa yang melatarbelakangi pelaku hingga tega melakukan hal itu.
"Saya tidak tahu latar belakang sehingga terjadi kekerasan. Saya baru akan bertemu dengan kepala dinas terkait besok," paparnya.
Ia juga mengapresiasi langkah cepat pihak kepolisian yang telah menetapkan tersangka. Kasus ini sepenuhnya ia percayakan kepada pihak kepolisian untuk melakukan pendalaman. "Kita tunggu prosesnya, jangan mendahului," tambahnya.
Berdasarkan informasi yang ia terima, Pemprov DIY juga telah melakukan tindakan pendampingan mental kepada anak dan orang tua korban kekerasan di Day Care Little Aresha. Ia sangat berharap kejadian ini tidak terjadi lagi ke depannya. "Harapan saya itu yang pertama dan terakhir. Jangan sampai terjadi lagi," tandasnya. (oso/laz)