JOGJA - Penutupan Tempat Khusus Parkir (TKP) Senopati sebagai upaya pelestarian kawasan sumbu filosofi berdampak pada merosotnya kunjungan Taman Pintar. Jumlah wisatawan diketahui menurun hingga 15 persen.
Kepala UPT Pengelolaan Taman Budaya Dinas Kebudayaan Kota Jogja Karmila mengatakan, tidak difungsikannya TKP Senopati memang sangat berimbas pada penurunan pengunjung. Terutama pengunjung dengan kategori rombongan yang menggunakan bus-bus besar.
Menurutnya, penurunan kunjungan mencapai 15 persen mencapai sekitar 26.580 wisatawan. Angka itu tercatat selama triwulan pertama atau sejak penutupan TKP Senopati yang berlaku dari tanggal 14 Februari 2026 lalu.
Dia memprediksi, jika dikalkulasikan hingga akhir tahun, pemerosotan kunjungan wisatawan ke Taman Pintar bisa mencapai 100.000 orang. Sebah diketahui sudah banyak usaha perjalanan wisata yang membatalkan kunjungan.
“Beberapa rombongan men-cancel kunjungan karena kesulitan akses parkir,” ujar Karmila saat dikonfirmasi, Minggu (26/4/2026).
Mantan Kepala Seksi Seksi Hubungan Masyarakat Kerja Sama dan Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Jogja itu menyatakan, pengelola Taman Pintar kini tengah menyiapkan strategi agar penurunan tersebut bisa diantisipasi. Yakni dengan melakukan antar jemput rombongan wisatawan.
Karmila menjelaskan, penjemputan wisatawan dilakukan dari kantong-kantong parkir menggunakan bus kecil atau elf.
Pihaknya juga memberi kelonggaran bagi wisatawan dengan bus besar untuk menurunkan penumpang di titik yang sudah ditentukan lalu diantarkan kembali menuju bus.
Baca Juga: Mikel Arteta Menilai Arsenal Digembosi Dalam Dua Laga Terakhir
“Bus wisata yang telah melakukan reservasi kunjungan dapat melakukan drop off penumpang di titik sementara, kemudian pulangnya akan di antar di lokasi parkir,” terang Karmila.
Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan bahwa, secara hitungan kasar pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi Taman Pintar bisa merosot dari Rp 16 miliar menjadi hanya Rp 6 miliar dalam satu tahun. Sehingga pihaknya menyiapkan sejumlah skenario agar penurunan pendapatan tersebut tidak terjadi.
Hasto mengaku, strategi yang telah disiapkan adalah dengan mengarahkan bus-bus pariwisata untuk parkir di Jalan Brigjen Katamso (THR) dan Menara Kopi. Namun khusus untuk wisatawan bisa melakukan drop off pada tempat yang berdekatan dengan Taman Pintar.
Dia menyatakan bahwa, sudah ada lokasi yang disiapkan untuk drop off wisatawan. Yakni di gang yang berada sisi utara Perempatan Gondomanan.
Baca Juga: Hadapi Ancaman Krisis Pangan, PKS Kota Jogja Ajak Kader Siapkan Kantong Tani Mandiri
Pengunjung bisa turun di tempat tersebut untuk berjalan kaki menuju Taman Pintar. Lalu busnya diparkirkan di kantong-kantong parkir yang sudah tersedia.
“Bus yang ke Taman Pintar tidak akan banyak sekali, paling satu rombongan ada tiga bus. Sehingga kalau menurunkan di situ, terus jalan dikit ke Taman Pintar bisa,” terang Hasto. (inu)