JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja berencana membangun fasilitas edukasi seperti Taman Pintar di wilayah Giwangan, Umbulharjo. Langkah tersebut diambil untuk menyediakan destinasi wisata alternatif. Sekaligus menghidupkan sisi selatan kota.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mengatakan, pembangunan Taman Pintar kedua itu dilakukan pada sebuah tanah seluas dua hektar milik pemkot di belakang Pasar Ikan Higienis (PIH) Kota Jogja. Di lokasi tersebut bakal dibangun taman lalu lintas dan pusat edukasi perikanan.
Hasto menyatakan, dua konsep wisata edukasi tersebut dibuat untuk memindahkan Taman Keselamatan Lalu Lintas yang saat ini letaknya di Terminal Giwangan. Disamping itu juga untuk memaksimalkan potensi sungai dan pusat pembenihan ikan yang mengelilingi calon lokasi Taman Pintar kedua.
“Jadi, edukasi lalu lintasnya tidak hanya darat, tapi juga udara dan air. Selain itu akan disatukan dengan edukasi lain seperti pembenihan ikan yang memang sudah ada di sana,” ujar Hasto saat ditemui di Balai Kota Jogja, Jumat (24/4/2026).
Sebagai tahap awal, Pemkot Jogja berencana akan memulai proyek pembangunan Taman Pintar kedua itu dengan membuat akses jalan. Lantaran sampai saat ini belum ada akses masuk kendaraan untuk lahan tersebut.
Mantan Bupati Kulon Progo itu mengaku, pihaknya saat ini tengah melakukan perhitungan kebutuhan anggaran untuk pembangunan Taman Pintar kedua melalui Detail Engineering Design (DED). Dia menarget DED bisa selesai pada bulan Mei agar bisa masuk alokasi APBD tahun depan.
Hasto menyampaikan, bahwa pemindahan Taman Keselamatan Lalu Lintas dari Terminal Giwangan juga bukan tanpa alasan. Pemkot ingin memaksimalkan fungsi terminal agar bisa menampung bus pariwisata. Sebab ketersediaan kantong parkir bus pariwisata sampai saat ini masih menjadi persoalan di Kota Jogja.
Agar rencana tersebut bisa terwujud pihaknya juga akan melakukan penataan anggaran melalui refocusing. Program yang dirasa tidak penting akan ditunda pelaksanaannya agar anggarannya bisa dialihkan untuk program pembangunan wajah kota.
Baca Juga: Workshop UMKM Jadi Garda Depan Ketahanan Pangan dan Energi
“Tujuannya (pembangunan Taman Pintar kedua) ada dua. Pertama untuk meningkatkan PAD karena Taman Pintar di kota itu memberikan tambahan yang tidak sedikit. Kedua, tentu saja untuk menghidupkan wilayah selatan sekaligus menambah pendapatan masyarakat di sana,” bebernya.
Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Jogja Ipung Purwandari menilai pemerataan wisata memang sudah seharusnya dilakukan. Lantaran sampai saat ini wisatawan masih menumpuk atau terpusat di wilayah Tugu, Malioboro, dan Kraton (Gumaton).
Ipung mendorong agar pemerintah kota (pemkot) bisa memecah keramaian wisatawan menuju destinasi di sisi selatan Kota Jogja. Misal dengan menggandeng tour guide untuk mengenalkan potensi-potensi wisata yang ada.
“Dengan pemerataan kunjungan wisatawan di Kota Jogja, besar harapannya bisa meramaikan kota ini di seluruh wilayah,” kata Ipung. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin