JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja kembali membuka seleksi pemuda pelopor tahun ini. Pemuda didorong memiliki inovasi baru agar bisa maju tingkat nasional.
Mengingat capaian juara baru dua kali didapat di tingkat nasional selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini.
Ketua Tim Kerja Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Jogja Mugi Suyatno mengatakan, selama satu dekade itu Kota Jogja baru bisa menjuarai dua kali di tingkat nasional pada 2015 dan terakhir 2024 lalu.
Capaian tersebut menjadi catatan kritis untuk mendorong inovasi yang lebih baik pada tahun ini.
Oleh karena itu, dalam seleksi pemuda pelopor tahun ini diharapkan ada inovasi baru dari pemuda yang inspiratif dan berdampak bagi masyarakat luas.
“Program kegiatan ini muaranya akan pada aspek kebermanfaatan,” ujar Mugi saat ditemui di Balai Kota Jogja, Kamis (23/4/2026).
Dia menyampaikan, seleksi pemuda pelopor tahun ini telah dibuka sejak tanggal 13 April dan ditutup pada 30 April 2026 mendatang. Ada lima bidang inovasi yang dibuka bagi pemuda pelopor.
Meliputi bidang pangan, pendidikan, inovasi teknologi, seni budaya, serta pengelolaan sumber daya alam, lingkungan dan pariwisata.
Mugi menyatakan, pemenang tiga besar pemuda pelopor akan mendapatkan uang pembinaan dengan total Rp 37,5 juta.
Namun dia berharap agar peserta seleksi tidak hanya fokus untuk mengejar hadiah. Namun lebih kepada bagaimana inovasi yang dimiliki berdampak bagi banyak pihak.
“Kami ingin gerakan mereka benar-benar memberikan dampak dan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” tegasnya.
Baca Juga: Order Fiktif Teror Damkar-Ambulans, Diduga Ulah DC Pinjol Ilegal: Ini Motifnya!
Dengan wadah Forum Pemuda pelopor Kota Jogja sejak 2022 lalu, diharapkan program ini tidak hanya sekadar untuk mencari hadiah melainkan kebermanfaatannya.
Lewat wadah tersebut, para alumni pemuda pelopor dari tahun ke tahun juga akan memantau perkembangan kegiatan para pemuda pelopor.
Sehingga bisa dilihat sejauh mana inovasi yang dimiliki berdampak bagi lingkungan sekitarnya.
“Ini juga menjadi kritik bagi kami agar terus mendorong aspek kebermanfaatan di kelima bidang tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu, Pengurus Forum Pemuda Pelopor Kota Jogja Pangky Febriantanto menyampaikan, sudah ada 26 pendaftar untuk seleksi pemuda pelopor tahun ini hingga Kamis (23/4/2026).
Rinciannya, pendaftar perempuan sebanyak 13 orang dan laki-laki 13 orang.
Dia menarget jumlah pendaftar bisa mencapai 45 peserta hingga hari penutupan. Dari keseluruhan peserta nantinya akan diambil tiga terbaik dari masing-masing bidang.
Apresiasinya untuk juara satu Rp 3 juta, juara kedua Rp 2,5 juta, dan juara ketiga Rp 2 juta.
“Harapannya, tahun 2026 ini kami bisa menemukan kembali mutiara-mutiara yang masih tersentuh sebagai pemuda pelopor,” ungkapnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita