JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja memperketat pengawasan kesehatan bagi jemaah haji. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi risiko penularan penyakit meningitis yang rawan terjadi di tengah kerumunan massa skala besar selama menjadi ibadah di Tanah Suci.
Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah mengatakan, sudah melakukan langkah antisipatif penyakit meningitis.
Salah satunya dengan kegiatan vaksinasi bagi seluruh calon jemaah haji(CJH) sebelum periode keberangkatan.
Lana menyampaikan, vaksinasi meningitis menyasar CJH sebelum keberangkatan dengan jumlah mencapai 494 orang.
Mengingat CJH akan berbaur dengan jutaan jemaah lain dari berbagai negara.
Pengawasan penyakit yang menyerang pernafasan itu juga dilakukan berlapis pasca-jemaah haji kembali ke Kota Jogja.
Pemantauan dilakukan kepada jemaah dua sampai tiga minggu setelah kepulangan mereka dari Tanah Suci.
"Jika ada gejala-gejala batuk, pilek, panas, sesak nafas, atau nyeri menelan. Maka jemaah haji wajib melapor ke puskesmas wilayah setempat” ujar Lana di Balai Kota Jogja, Rabu (22/4/2026).
Adminkes Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Jogja Rohadanti menambahkan, ada tenaga kesehatan yang ikut mengawal keberangkatan haji asal Kota Jogja.
Khusus yang berangkat dari lingkungan pemerintah kota (pemkot) berjumlah tiga orang.
Rohadanti merinci, tenaga kesehatan yang ikut meliputi satu dokter dari RS Jogja yang bertugas sebagai tenaga kesehatan daerah.
Lalu satu perawat dari Rumah Sakit Pratama yang bertugas sebagai tenaga kesehatan Indonesia dengan lingkup penanganan nasional, serta satu orang perawat dari RS Jogja sebagai petugas haji daerah.
Baca Juga: Aksi Heroik Cahya Supriadi Beri Satu Poin bagi PSIM Jogja saat Menjamu Persija Jakarta di Bali
“Mereka bertugas bersama tenaga kesehatan dari Pemda DIY dan tenaga kesehatan Indonesia,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengingatkan agar para jemaah haji selalu menjaga kesehatan.
Upaya yang dapat dilakukan dengan menjaga kebugaran lewat istirahat yang cukup agar tidak kelelahan.
“Di samping itu tetap mengikuti saran dokter terutama bagi jemaah yang mendapat pengobatan rutin, menjaga pola makan serta tetap beraktivitas fisik sesuai kemampuan dan konsisten,” pesannya. (inu)
Editor : Winda Atika Ira Puspita