Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Masuk Musim Kemarau, Kualitas Udara di Kota Jogja Diprediksi Memburuk, Partikel Debu Halus Meningkat

Iwan Nurwanto • Rabu, 22 April 2026 | 14:01 WIB
Suasana kepadatan lalu lintas di Kota Jogja. Kualitas udara di Kota Jogja diprediksi memburuk memasuki musim kemarau. (Radar Jogja File)
Suasana kepadatan lalu lintas di Kota Jogja. Kualitas udara di Kota Jogja diprediksi memburuk memasuki musim kemarau. (Radar Jogja File)

JOGJA - Kualitas udara di Kota Jogja diprediksi menurun. Kondisi tersebut tidak lepas dari situasi di musim kemarau yang memicu peningkatan partikel debu halus atau PM2.5.

Ketua Tim Kerja Pengawas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Intan Dewani mengatakan, kondisi musim memang cukup berpengaruh terhadap kualitas udara di sebuah wilayah.

Lantaran di musim kemarau cenderung kering dan meningkatkan paramater debu halus.

Intan menjelaskan, bahwa pada musim penghujan kandungan PM2.5 pada udara memang lebih rendah.

Berdasarkan hasil pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), selama musim penghujan angka PM2.5 berada dibawah 50. 

“Memang pada musim penghujan kualitas udara cenderung membaik,” ujar Intan saat dikonfirmasi, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga: Siapkan Sanksi Berlapis Jika Terbukti Pelajar Aktif, Dikpora DIY Lakukan Pengecekan Identitas Pelaku Pengeroyokan Pelajar hingga Tewas di Bantul

Kemudian terkait dengan kondisi kualitas udara pada masa peralihan musim seperti sekarang. Intan mengungkap berdasarkan hasil pengukuran Air Quality Monitoring System (AQMS) paramater PM2.5 masuk kategori baik hingga sedang.

Namun kedepannya perlu diwaspadai karena berdasar pengalaman yang terjadi setiap musim kemarau, PM2.5 bisa naik hingga di kisaran angka 60-an.

Partikel tersebut bisa memicu masalah kesehatan karena berasal dari hasil pembakaran bahan bakar fosil seperti asap kendaraan, industri, dan pembakaran sampah.

“Kalau musim kemarau yang cenderung meningkat parameter PM2,5,” beber Intan.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Reni Kraningtyas mengungkapkan bahwa musim kemarau tahun ini diprediksi lenih panjang. Lantaran pada pertengahan tahun DIY menghadapi El Nino lemah hingga moderat.

Baca Juga: Temuan Baru Sumur Gas di Lepas Pantai Kalimantan Timur Potensial Penuhi Kebutuhan Migas dalam Negeri, Bahlil Lahadalia Sebut Sejalan Strategi Pemerintah

Menurutnya, awal musim kemarau di Yogyakarta diprediksi terjadi pada dasarian ketiga April dan dasarian pertama bulan Mei. Kemudian untuk puncak musim kemarau terjadi pada bulan Agustus.

“Setelah pertengahan tahun 2026 dengan ada peluang penurunan curah hujan dari 50 sampai 60 persen,” sebut Reni. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kualitas udara saat kemarau #kualitas udara jogja #kualitas udara kota jogja #musim kemarau jogja #kualitas udara