JOGJA - Ada pemandangan yang berbeda di Stasiun Tugu Jogja. Tepat peringatan Hari Kartini Selasa (21/4), para petugas yang berjaga di stasiun tersebut didominasi oleh perempuan.
Manajer Humas Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan, sengaja menugaskan para perempuan untuk berjaga khusus hari ini untuk memperingati Hari Kartini. Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi tinggi kepada sosok Raden Ajeng (RA) Kartini yang telah menginspirasi rakyat Indonesia terutama dalam memperjuangkan emansipasi wanita.
"Khusus Hari Kartini, Daop 6 sepenuhnya dioperasikan dan dilayani oleh para srikandi kereta api," ujarnya saat ditemui di Kawasan Stasiun Jogja Selasa (21/4).
Beberapa petugas operasional seperti kepala stasiun, petugas pengawas peron (PAP), teknisi kereta api (KA), petugas keamanan polisi khusus KA, sub customer care, petugas boarding, customer service hingga petugas loket semuanya diisi oleh perempuan. Hal itu juga bertujuan untuk sosialisasi kepada masyarakat bahwa PT KAI memberikan kesempatan berkarier yang sama kepada perempuan.
"Menunjukkan perempuan juga kredibel, kompeten, mampu, dan diberikan peluang yang sama di KAI," bebernya.
Baca Juga: Polres Bantul Tangkap Pelaku Penganiaya Pelajar hingga Tewas, Ternyata Ini Motifnya
Ia mencatat ada sebanyak tiga kepala stasiun perempuan yang bekerja di Daop 6 Yogyakarta. Total ada sebanyak 1.964 pegawai di seluruh wilayah Daop 6 Jogja. Lima persen atau 96 di antaranya merupakan perempuan.
Tak hanya banyak diisi petugas perempuan. Beberapa petugas di stasiun tersebut juga membagikan bunga mawar merah kepada para penumpang. Selain itu, anak-anak perempuan juga diberi merchandise jika mau menjawab game pertanyaan dari petugas yang berdandan selayaknya RA Kartini.
"Tujuannya agar dapat menginspirasi para pelanggan, khususnya kaum perempuan, agar terus meneladani semangat perjuangan Kartini secara konsisten," jelasnya.
KAI juga menyediakan fitur Female Seat Map pada aplikasi Access by KAI yang memudahkan penumpang untuk melihat posisi tempat duduk dan gender penumpangnya. Hal itu untuk memberikan kenyamanan bagi mereka.
Bentuk keberpihakan kepada perempuan juga terlihat dari adanya ruang laktasi atau ruang menyusui. Selain itu, di toilet-toilet kereta api, sarana stainless steel juga sudah dilengkapi dengan meja bayi untuk memudahkan para Ibu mengganti popok bayinya.
Salah satu penumpang perempuan Amalia mengatakan, momentum perayaan Hari Kartini merupakan salah satu bentuk kampanye pemenuhan hak-hak perempuan, terutama di sektor publik. Agenda yang diadakan di Stasiun Jogjakarta juga menjadi pengalaman menarik, mengisi waktu tunggunya sebelum berangkat ke Jawa Timur. (oso/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita