Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Prihatin Banyak Keracunan MBG, Yayasan Sosial Kembangkan AI Pemantau Kualitas Bahan Pangan dari Hulu ke Hilir 

Iwan Nurwanto • Selasa, 21 April 2026 | 20:30 WIB
Siswa mengambil paket makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah didistribusikan di salah satu SMP di wilayah Kota Jogja (15/4). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
Siswa mengambil paket makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah didistribusikan di salah satu SMP di wilayah Kota Jogja (15/4). (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

JOGJA - Maraknya kasus keracunan yang timbul dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian sejumlah pihak. Salah satunya adalah Yayasan Bijana Paksi Sitengsu yang memilih mengembangkan aplikasi pemantau kualitas makanan dari hulu ke hilir.

Sekretaris Yayasan Biijana Paksi Sitengsu Tedi Anggoro mengatakan, aplikasi yang dikembangkan oleh pihaknya berbasis Artificial Intelligence (AI) dengan nama Simetris. Aplikasi tersebut bisa membantu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memantau rantai pasokan bahan pangan. Supaya kualitas makanan bisa terjaga sampai kepada penerima manfaat.

Baca Juga: Dapat Kepastian Pelaksanaan Proyek Revitalisasi, DPUPKP Kota Jogja Barengi Penataan Tata Kabel Semrawut di Jembatan Kewek

Dia mengklaim, teknologi yang dikembangkan dalam aplikasi Simetris bisa meminimalisasi kasus-kasus keracunan makanan akibat kelalaian prosedur dengan pendekatan digital. Sebab risiko kontaminasi bisa terjadi mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi ke tangan siswa sebagai penerima manfaat.

“Dengan aplikasi Simetris, setiap bahan baku dapat dilacak asal-usulnya. AI kami akan menganalisis kesegaran bahan, masa kadaluarsa, hingga memantau suhu penyimpanan secara real-time," ujar Tedi dalam keterangannya Selasa (21/4).

Pakar IT Yayasan Biijana Paksi Sitengsu Fajar Saptono menjelaskan, implementasi AI dalam aplikasi Simetris dapat secara akurat mengawasi proses distribusi bahan pangan sejak dari petani hingga ke tangan siswa. Lantaran data pemasok bahan pangan bisa termuat dalam aplikasi tersebut secara transparan dan efisien dalam bentuk digital.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Kuliner Bagel Lezat di Jogja, Ide Sarapan Santai di Akhir Pekan

Kemudian, seluruh faktor dalam rantai produksi bisa terpantau secara real-time. Termasuk mencatat kapasitas panen dan riwayat pengiriman secara otomatis. Pengawasan oleh aplikasi juga dilakukan secara berlapis menggunakan QR Code yang di-scan oleh pemasok dan penerima bahan pangan untuk memastikan tidak adanya bahan yang masuk tanpa catatan resmi.

Pada tingkat dapur produksi, Simetris juga menerapkan standar HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) digital yang ketat. Sistem tersebut memungkinkan adanya pemblokiran jika ditemukan proses distribusi yang tidak sesuai standar. Misalnya dari sisi suhu penyimpanan, proses masak, hingga pengemasan.

 Baca Juga: PPPK Satpol PP Gunungkidul Curi Burung hingga Rusak CCTV, Terancam Kurungan Penjara 7 Tahun

Dalam aplikasi Simetris juga memiliki layanan timbangan digital yang terhubung dengan internet. Sehingga proses pencatatan berat bahan masuk dan keluar bisa terdata secara otomatis dan akurat. Kemudian jika sambungan internet terputus, aplikasi tersebut tetap bisa mengirimkan data ke server menggunakan gateway lokal.

Fajar menyebut, data yang tercatat dalam aplikasi Simetris juga bisa dibuat menjadi laporan harian yang bisa disesuaikan standar keamanan pangan. Apabila terdeteksi anomali atau perubahan standar keamanan maka sistem akan mengirim pesan peringatan dini kepada pengguna aplikasi. Termasuk pemantauan penggunaan alat pelindung diri oleh petugas SPPG melalui kamera pengawas yang ditempatkan di dapur.

“Teknologi ini bertindak sebagai pengawas ketat terhadap standar operasional prosedur (SOP), mulai dari kontrol suhu hingga waktu penyajian," ungkapnya. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Yayasan Biijana Paksi Sitengsu #simetris #keracunan #Program makan bergizi gratis (MBG) #Artificial Intelligence (AI)