JOGJA - Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Jogja akan melakukan penataan kabel semrawut di Jembatan Kewek. Hal ini dilakukan bersamaan dengan pelaksaan proyek revitalisasi jembatan yang berada di kawasan penyangga Malioboro tersebut.
Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPKP Kota Jogja Hasri Nilam Baswari mengatakan, pihaknya menjadwalkan penataan kabel semrawut sebelum dilakukan pembongkaran jembatan. Sasaran utamanya kabel fiber optik yang menjuntai di kawasan trotoar.
Nilam menjelaskan, sistem penataan kabel semrawut di kawasan Jembatan Kewek nantinya menggunakan sistem ducting atau ditanam di bawah tanah. Jalur fiber optik dibuat dari arah timur mulai eks Menara Kopi hingga ke arah barat di Taman Kewek.
“Kami buatkan jalur fiber optik dulu sebelum Jembatan Kewek-nya dibongkar, kemungkinan proyek pengadaannya mulai minggu depan,” ujar Nilam saat ditemui di Balai Kota Jogja Selasa (21/4).
Mantan Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPUPKP Kota Jogja ini menyampaikan, penataan kabel semrawut di kawasan Jembatan Kewek dilakukan untuk mendukung estetika kota. Sekaligus menyiapkan fasilitas pejalan kaki yang lebih layak dan nyaman tanpa kabel semrawut. Sehingga mendukung pedestrian penyangga Malioboro.
Menurutnya, DPUPKP Kota Jogja juga akan melakukan pelebaran trotoar dari eks Menara Kopi hingga Taman Kewek. Dari yang awalnya 1,3 meter, menjadi 2 meter. Kemudian lantai trotoar yang sebelumnya hanya batako, akan diganti menggunakan batu alam. Selain untuk menambah keindahan, juga meminimalisasi perawatan.
Baca Juga: PPPK Satpol PP Gunungkidul Curi Burung hingga Rusak CCTV, Terancam Kurungan Penjara 7 Tahun
“Pengunjung eks Menara Kopi itu banyak yang jalan kaki ke Malioboro, dengan trotoar lebih lebar harapannya pejalan kaki lebih nyaman dan aman,” jelas Nilam.
Terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Kota Jogja Eko Djoko Widiyatno menegaskan bahwa jajarannya mendukung penataan trotoar di kawasan Jembatan Kewek. Sebab legislatif yakin dengan kenyamanan dan estetika di kawasan tersebut bisa semakin memaksimalkan eks Menara Kopi yang menjadi kantong parkir bus pariwisata. Lalu berdampak pada tumbuhnya UMKM dan jasa transportasi tradisional yang bisa dimanfaatkan oleh wisatawan yang ingin menuju Malioboro.
“Kami fokus bagaimana sinergi kawasan ini dapat mendukung penyesuaian pedestrian Malioboro,” jelasnya. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita