Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Baru Awal Tahun, Ratusan Balita di Kota Jogja Terserang Pneumonia: Begini Cara Mencegahnya!

Iwan Nurwanto • Minggu, 19 April 2026 | 19:37 WIB
Potret ibu menggendoong anaknya yang terjangkit virus pneumonia. (Google/@BBC)
Potret ibu menggendoong anaknya yang terjangkit virus pneumonia. (Google/@BBC)

JOGJA - Penyakit radang paru-paru atau pneumonia menjadi ancaman di Kota Jogja. Pasalnya, pada awal tahun ini Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah ada ratusan balita yang terserang penyakit pernapasan tersebut.

Kepala Seksi Pencegahan, Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, dari periode Januari hingga Maret sudah ada 110 balita yang terinfeksi pneumonia.

Mereka memiliki ciri-ciri penyakit seperti batuk demam, hingga sesak napas.

Baca Juga: Kirab Pusaka Nusantara Perdana di Borobudur, Warisan Budaya Dihidupkan Lewat Tradisi dan Partisipasi Warga

Endang menyampaikan, penyakit tersebut memang cenderung mudah menyerang anak-anak. Faktornya beragam.

Bisa dikarenakan infeksi virus, bakteri, atau jamur. Faktor lainnya, dampak dari kepadatan penduduk, pemberian ASI tidak eksklusif, malnutrisi serta paparan asap rokok dan asap kendaraan bermotor

Menurutnya, pneumonia tidak bisa dianggap sebagai penyakit pernafasan biasa. Sebab jika dibiarkan tanpa penanganan, penyakit tersebut bisa memiliki tingkat fatalitas tinggi dan bisa menyebabkan kematian.

Baca Juga: Pemilik Bisa Bayar Pajak Kendaraan Tanpa KTP, Tapi Wajib Siap Balik Nama Tahun Depan

“Tren kasus pneumonia pada anak memang mengalami kenaikan tidak signifikan. Meski begitu, kasus tersebut selalu ada setiap tahunnya sehingga tetap perlu diwaspadai,” ujar Endang saat dikonfirmasi, Minggu (19/4/2026).

Endang membeberkan pada 2025 pihaknya juga mencatat ratusan kasus pneumonia.

Kategori usia balita merupakan kategori penderita terbanyak dengan 434 kasus pada balita, lalu tercatat 135 kasus pada anak, 122 kasus pada remaja dan dewasa, serta 184 kasus pada lansia.

Baca Juga: Retret di Akmil selama Lima Hari Rampung, Ketua DPRD Disegarkan Kembali soal Nilai Kebangsaan

Dia menyatakan, upaya pencegahan pneumonia bisa dilakukan dengan vaksinasi sejak dini melalui imunisasi PCV dan Hexavalen.

Imunisasi dapat diberikan pada anak sejak usia dua bulan atau tiga bulan. Kemudian diberikan kembali ketika anak sudah menginjak usia satu tahun.

Di samping melalui vaksinasi, upaya pencegahan juga perlu dilakukan dengan cara menjaga daya tahan tubuh anak tetap baik agar terhindar dari paparan penyakit.

Serta menghindari berbagai potensi resiko penyebarannya.

Baca Juga: CJH Meninggal Mendadak jelang Berangkat Haji, Berpotensi Digantikan Jemaah Cadangan

“Kami terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat serta menyediakan layanan imunisasi untuk membuat kekebalan tubuh, sehingga tidak mudah terkena pneumonia,” imbuh Endang.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Data, dan Sistem Informasi Kesehatan Dinkes Kota Jogja  Solikhin Dwi Ramtana menyampaikan, pihaknya terus memperkuat upaya pencegahan penyakit menular. Yakni melalui implementasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR).

Dia menjelaskan, sistem tersebut merupakan deteksi dini potensi kejadian luar biasa atau wabah penyakit menular yang dapat mengancam kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Kader PAN Boyongan ke PPP, Siap Penuhi Target Satu Fraksi di Sleman

Sistem akan memberikan peringatan dini apabila jumlah kasus suatu penyakit melebihi ambang batas kewaspadaan.

“Peringatan lalu diverifikasi oleh tenaga medis untuk memastikan diagnosis serta diikuti dengan respons cepat berupa penyelidikan epidemiologi dan pengendalian faktor risiko di lapangan,” beber Solikhin. (inu)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#imunisasi #pnemonia #deteksi dini #Dinkes Kota Jogja #balita