Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kisah Keluarga Hermanto, Lama Hidup Susah Kini Dapat Perhatian Pemerintah; sang Ayah Senang Akhirnya Diobati, Komitmen Wujudkan Cita-Cita Anak Jadi Dokter

Adib Lazwar Irkhami • Minggu, 19 April 2026 | 18:10 WIB
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, saat menyambangi Azizah dan ayahnya, Hermanto, yang ditampung di Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai, Kemantren Kotagede, Kota Jogja, kemarin (19/4). Foto : Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, saat menyambangi Azizah dan ayahnya, Hermanto, yang ditampung di Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai, Kemantren Kotagede, Kota Jogja, kemarin (19/4). Foto : Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

 

JOGJA - Raut wajah Hermanto, 56, dan Azizah Candrasari, 6, tampak semringah, Minggu (19/4).

Kisah hidup ayah dan anak asal Lubuklinggau, Sumatera Selatan, yang lama tinggal di Jogja itu akhirnya menggugah banyak pihak untuk membantu. Termasuk dari Pemkot Jogja.

Suasana di Yayasan Rumah Singgah Bumi Damai, Purbayan, Kotagede terlihat ramai.

Baca Juga: Penerima Manfaat MBG Bakal Digeser ke Anak Kurang Gizi, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo: Kami Dukung! 

Mereka kedatangan Wali Kota Hasto Wardoyo untuk melihat kondisi Azizah dan ayahnya di tempat penampungan baru, setelah sebelumnya tinggal di sebuah kos-kosan kecil di Kampung Mrican, Giwangan, Umbulharjo.

Kisah hidup keluarga ini memang memprihatinkan. Hermanto sehari-hari bekerja sebagai tukang rosok dan tinggal bersama kedua anaknya, Azizah serta adiknya Agip yang masih berusia lima tahun. 

Ketiganya hidup pas-pasan karena penghasilan Hermanto sebagai kepala keluarga tidak pasti.

Azizah bahkan juga tidak merasakan kegembiraan seperti anak seumurannya yang bisa bermain. Keseharian gadis kecil ini hanya sekolah dan membantu ayahnya mengurus rumah dan mencari rongsokan. 

Lantaran sang ibu entah pergi ke mana sejak beberapa tahun lalu.

Hermanto menceritakan dirinya merantau ke Jogjakarta sejak tahun 2004 lalu. Mereka awalnya tinggal di Jomblangan, Banguntapan, Bantul. Namun kemudian berpindah-pindah karena tidak punya rumah sendiri.

Pendapatan dari mencari rosok hanya sekitar Rp 120 ribu, itu pun baru bisa didapatkan tiga hari setelah barang bekas terkumpul atau terjual. 

Namun dalam satu tahun terakhir kehidupan ketiganya semakin sulit, lantaran sang ayah menderita tumor pada bagian kepala. 

Kondisi kesehatan Hermanto juga memburuk karena kerap merasakan sakit kepala hebat seiring benjolan yang semakin membesar. Dalam satu bulan bisa terjadi satu sampai dua kali sakit kepala yang membuatnya tidak berdaya. 

"Kalau sudah sakit kepala, sudah tidak bisa apa-apa lagi. Harus dibawa tidur dulu sekitar satu jam baru bisa angkat kepala," ungkapnya.

Baca Juga: Pemkot Jogja Belum Dapat Kepastian Bantuan Mobil India Untuk Koperasi Merah Putih, Fokus Lakukan Ini

Di saat-saat sulit itulah, Azizah yang masih duduk di bangku TK menunjukkan bakti yang luar biasa. Meski masih sangat kecil, Azizah sigap memijat ayahnya hingga membantu mencuci pakaian saat sang ayah terbaring sakit. 

Hari Sabtu dan Minggu, saat sekolah libur, Azizah dan adiknya pun kerap ikut turun ke jalan membantu sang ayah mencari barang bekas.

 Hermanto sejatinya tidak tega melihat anak-anaknya yang sering mengeluh capek karena ikut mencari rongsokan. Namun dia tidak punya pilihan.

Dia pun mengungkapkan bahwa anaknya memiliki cita-cita sebagai dokter. 

Namun mimpi itu sering dia pendam karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan. Apalagi kesehatannya juga terus memburuk karena tidak memiliki uang untuk berobat.

Tapi, harapan baru kini muncul bagi keluarga Hermanto.  Dia mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan berbagai pihak. Termasuk Pemkot Jogja yang segera mengobati penyakitnya.

 Dia berharap jika sudah nantinya bisa terus bekerja dan memastikan anak-anaknya tetap menempuh pendidikan.

"Saya ingin sembuh agar bisa terus membiayai sekolah anak-anak saya,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Hasto Wardoyo menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir dalam memenuhi kebutuhan dasar warga tanpa halangan sekat administratif wilayah. 

Menurutnya, anak usia dini seperti Azizah tidak seharusnya ikut bekerja dengan orangtuanya. Bahkan sampai mencari rongsok di jalanan.

Baca Juga: Percepat Pemulihan Pascalongsor, PMI Kota Magelang Salurkan Bantuan Semen untuk Perbaikan Rumah Warga

Hasto menyampaikan bahwa Azizah sudah ditempatkan di Yayasan Rumah Singgah Budi Damai. 

Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) yang menjadi mitra Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja itu akan menjamin Azizah mendapatkan pendidikan dan tempat tinggal layak.

 "Pemerintah harus hadir untuk memenuhi kebutuhan dasar wajib. Azizah dan adiknya tidak boleh diajak bekerja dulu, tidak boleh tidak sekolah

. Dan, kesehatannya harus terurus," tegas mantan bupati Kulon Progo dua periode itu. (laz)

Editor : Herpri Kartun
#hasto wardoyo #lembaga kesejahteraan sosial anak #Pemkot Jogja