Lama Tinggal Masih di Bawah Dua Hari, Pemkot Jogja Godok Potensi Event untuk Tahan Wisatawan

Iwan Nurwanto • Dipublikasikan Jumat, 17 April 2026 | 21:45 WIB
Wisatawan mengunjungi Pasar Beringharjo sisi barat, Kota Jogja Jumat (17/4). Rata-rata lama tinggal wisatawan di Kota Jogja tercatat 1,77 hari, belum sesuai dengan target Dinas Pariwisata Kota Jogja. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA) 
Wisatawan mengunjungi Pasar Beringharjo sisi barat, Kota Jogja Jumat (17/4). Rata-rata lama tinggal wisatawan di Kota Jogja tercatat 1,77 hari, belum sesuai dengan target Dinas Pariwisata Kota Jogja. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA) 

JOGJA - Lama tinggal wisatawan yang berkunjung di Kota Jogja masih belum bisa naik ke angka dua hari. Dinas Pariwisata Kota Jogja pun mulai menggodok strategi untuk memperpanjang lama tinggal wisatawan.

Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Jogja Muhammad Zandaru mengatakan, sampai saat ini rata-rata lama tinggal wisatawan masih berada di angka 1,77 hari. Durasi tersebut belum mencapai target yang sudah ditentukan.

Oleh karena itu, pelaksanaan event dengan durasi yang lebih lama mulai disiapkan. Tujuannya agar dapat menahan wisatawan untuk menginap di Kota Jogja.

Baca Juga: Demung di FIB UGM Dimaling, Pelaku Diduga Sama dengan Pencuri di ISI Surakarta dan ISI Yogyakarta

Saat ini, Kota Jogja memiliki 105 event yang diselenggarakan selama satu tahun. Dari jumlah tersebut 103 di antaranya dikelola pemerintah. Sehingga pelaksanaannya bisa lebih diperpanjang atau dikolaborasikan dengan event lain. “Kami optimistis dengan penguatan event, ke depan bisa mencapai target dua hari,” ujar Zandaru saat ditemui Kamis (16/4).

Menurutnya, lama tinggal wisatawan yang bertambah akan berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah dan perekonomian masyarakat. Lantaran wisatawan akan lebih banyak menghasilkan uang untuk menginap di hotel dan berbelanja.

Baca Juga: Pengamat Akuntansi Sebut PT MTG Tak Bisa Penuhi Tuntutan Karyawan karena Aset Hanya Tersisa Rp 34 Miliar

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan menyebut, komitmen untuk membuat event yang berkualitas diwujudkan dengan program Kota Festival. Program tersebut akan menitikberatkan pada kualitas event yang bisa menarik minat wisatawan untuk datang dan menginap di Kota Jogja.

Wawan mengaku sudah memetakan beberapa event yang memiliki potensi. Misalnya Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, perayaan Imlek terintegrasi dari Malioboro hingga Ketandan, hingga pengemasan Ruwahan Agung dan lomba takbiran bergengsi saat Idul Fitri dan Idul Adha. Selain itu, ada juga pengembangan event unggulan. Seperti Wayang Jogja Night Carnival, serta kolaborasi dengan Artjog dan Kustomfest.

“Kami ingin ke depan orang datang ke Jogja bukan karena kebetulan ada acara, tetapi memang sengaja datang untuk menghadiri event tertentu,” katanya. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
lama tinggal wisatawan Kota Jogja Dinas Pariwisata Kota Jogja event Wisatawan