JOGJA – Pemkot Jogja hingga kini belum mendapat kepastian terkait distribusi mobil pikap yang disebut-sebut akan diberikan pemerintah pusat untuk mendukung operasional Koperasi Merah Putih (KMP).
Kini penguatan koperasi di Kota Jogja masih difokuskan pada optimalisasi potensi internal yang ada.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Jogja Tri Karyanto Riyanto Raharjo mengatakan, pihaknya sampai saat ini belum mendapatkan informasi perihal bantuan mobil dari pemerintah pusat.
Bahkan sebenarnya belum ada harapan untuk mengarah ke situ.
Sebab kata Tri Karyanto, saat ini tengah berusaha untuk mengoptimalkan potensi yang ada di masing-masing Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP).
Terlebih, belum semua KKMP di Kota Jogja optimal.
Pejabat yang akrab disapa Totok itu mengungkapkan, dari 45 KKMP yang tersebar seluruh kelurahan baru sekitar 60 persen yang benar-benar aktif.
Dalam artian sudah menjalankan usaha sesuai dengan potensinya masing-masing.
“Kami yang penting action dulu. Tentang fasilitas-fasilitas yang lain, agak dikesampingkan dulu,” ujar Totok saat ditemui, Kamis (16/4/2026).
Totok memastikan akan rutin melakukan pendampingan terhadap anggota KKMP.
Beberapa yang sudah berjalan bergerak di bidang usaha seperti produksi batik, penjualan gas, laku pandai dengan kerja sama bank, serta ada usaha yang bekerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Baca Juga: Persiapan SPMB Tahun Ini, SD Panggang Ikuti Juknis Dinas Pendidikan tanpa Seleksi: Ini Alasannya!
Kemudian, instansi ini juga mengevaluasi keberadaan KKMP melalui dorongan kepada pengurus untuk melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT).
Sehingga anggota koperasi bisa didata dan mempertanggungjawabkan keberadaan koperasi.
“Dari 45 koperasi yang sudah melakukan RAT sudah 21,” beber Totok. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita