JOGJA - Agenda Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) dikemas berbeda tahun ini. Kegiatannya bakal diselenggarakan satu pekan penuh. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya digelar satu hari.
Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan mengatakan, sektor swasta akan diajak bekerjasama dengan durasi WJNC yang lebih panjang tersebut. Keterlibatan swasta akan mendukung berbagai rangkaian acara sebelum puncak kegiatan di tanggal 7 Oktober 2026.
“Jadi WJNC tetap di dalam operasional dinas. Tapi kami juga mengajak swasta untuk mengadakan acara-acara juga disitu,” ujar Wawan saat ditemui, Kamis (16/4/2026).
Menurutnya, pelaksanaan WJNC yang digelar selama berhari-hari itu diyakini dapat mendongkrak lama tinggal wisatawan. Lantaran wisatawan akan memiliki banyak penawaran wahana yang bisa dinikmati.
Lebih lanjut, Wawan juga berharap gelaran WJNC dengan durasi yang lebih lama dapat mendongkrak perekonomian masyarakat secara langsung. Sekaligus berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) lewat transaksi hotel dan restoran selama kegiatan berlangsung.
“Kami terus promosikan kegiatan ini agar nantinya mendatangkan banyak wisatawan,” katanya.
Sebagai informasi, WJNC sempat vakum pada tahun 2025 karena kebijakan refocusing anggaran. Ketiadaan acara yang bertujuan untuk memperingati HUT Kota Jogja itu diketahui cukup berdampak pada sektor usaha perhotelan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono menyampaikan bahwa WJNC dapat mendongkrak okupansi hotel. Bisa 60 hingga 80 persen saat kegiatan berlangsung.
Baca Juga: Percepat Program Kecamatan Berdaya, Gubernur Jateng Kumpulkan 576 Camat, Bupati dan Wali Kota
“Kami sangat menyayangkan event yang sudah menjadi kalender event nasional itu tiba-tiba dibatalkan tahun lalu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Lucia Daning Krisnawati berharap, dengan konsep WJNC sepekan dapat memperluas pergerakan ekonomi di Kota Jogja. Sebab wisatawan tidak hanya datang saat puncak acara.
“Dampaknya tidak hanya ke sektor pariwisata, tapi juga ke UMKM dan pelaku usaha lokal,” klaimnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin