JOGJA – Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo mendukung kebijakan pemerintah pusat soal wacana perubahan sasaran program makan bergizi gratis (MBG).
Rencananya, dari semula ke anak secara universal menjadi fokus kepada anak-anak kurang gizi.
Hasto mengatakan, sasaran MBG bisa diubah kepada pihak-pihak yang membutuhkan seperti balita dan ibu hamil serta menyusui.
Sebab, jika gizi mereka terpenuhi, hal ini berimbas pada penurunan prevalensi stunting atau anak kurang gizi.
Lebih lanjut, pergeseran fokus penerima MBG kepada balita dan ibu hamil juga dinilai sangat strategis.
Karena masa depan kualitas sumber daya manusia (SDM) ditentukan pada 1.000 hari pertama kehidupan. Yakni sejak awal kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Saya menyambut baik kalau seandainya kebijakan itu dilaksanakan,” ujar Hasto saat ditemui di kantornya, Rabu (15/4/2026).
Bupati Kulon Progo 2011-2019 itu bahkan menyatakan siap membantu apabila Badan Gizi Nasional (BGN) sulit menyalurkan MBG kepada balita dan ibu hamil. Sebab Pemkot Jogja sudah memiliki tim pendamping keluarga.
Kemudian di masing-masing kampung di Kota Jogja juga telah memiliki bidan. Sehingga pengawasan maupun pendataan ibu hamil dan balita yang membutuhkan distribusi MBG bisa lebih tepat sasaran.
Baca Juga: Jelang Iduladha, Ahmad Luthfi Minta Layanan Kesehatan Hewan Keliling Diintensifkan
Berdasarkan pendataan pemkot, penerima manfaat untuk MBG dari kalangan ibu hamil baru sekitar 67 orang, kemudian ibu menyusui 760 orang, dan balita baru 695 orang. Sementara dari lembaga pendidikan mencapai 3.987 orang.
“Seandainya kami diperbolehkan untuk ikut membantu, kami sudah punya tenaga untuk mengantar ke rumahnya ibu hamil dan rumahnya balita,” tegas Hasto.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto mengakui bahwa pelaksanaan MBG tidak mudah. Sehingga pelaksanaannya pun bakal dievaluasi.
Baca Juga: Ribuan Jemaah DIY Pamit Berangkat Haji ke Makkah, Termuda 14 Tahun Paling Tua 102 Tahun
Salah satunya difokuskan kepada anak-anak yang kurang gizi agar pelaksanaan program lebih tepat sasaran.
“Tujuan makan bergizi adalah untuk anak-anak kita yang sering sulit makan, mungkin kita-kita ini makan lumayan, mereka tuh makannya hanya nasi pakai garam, ini yang harus kita atasi,” ujar Prabowo seperti dikutip Jawapos.com. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita